MALILI, BKM — Dinas Transmigrasi, Ketenagakerjaan, dan Perindustrian (Transnakerin) Kabupaten Luwu Timur menggelar Pelatihan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Tahun Anggaran 2021 di Hotel Melati Mekar Kabupaten Luwu Timur, (21-22/6).
Peserta pelatihan berasal dari Kecamatan Tomoni, Tomoni Timur, Mangkutana dan Wotu, dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang yang dibagi menjadi dua gelombang sehingga setiap gelombang diikuti sebanyak 20 orang peserta.
Kadis Transnakerin Kabupaten Luwu Timur, Aini Endis Anrika mengungkapkan permasalahan yang dihadapi pemerintah saat ini adalah lapangan kerja di sektor formal sangat terbatas, kemampuan dan keterampilan angkatan kerja terdidik pada umumnya tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Adanya kondisi kecenderungan kurang berminatnya angkatan kerja muda terdidik untuk memasuki dunia usaha sebagai lapangan kerja utama.
Sementara kondisi struktur ketenagakerjaan terjadi pergeseran yang cukup menonjol, yaitu dari dominasi sektor pertanian ke sektor industri utamanya di daerah perkotaan. Untuk itu, melalui program pemberdayaan tenaga kerja mandiri mempunyai arti penting dan strategis dalam upaya mengantisipasi dan mengatasi masalah penganguran.
Lapangan kerja di sektor Wirausaha Mandiri masih luas dan mampu memberikan tingkatan pendapatan dan kehidupan yang lebih layak dan baik. Sektor ketenagakerjaan dihadapkan pada tantangan dan permasalahan yang cukup berat, diantaranya semakin berkembangnya pemilihan dan penggunaan tenaga kerja semakin selektif dan kompetitif serta persaingan dunia usaha semakin ketat.
“Untuk menjawab seluruh tantangan dan permasalahan tersebut, diperlukan investasi sumber daya manusia melalui kegiatan, pembinaan yang mengarah kewirausahaan. Melalui kegiatan pelatihan yang dilaksanakan dapat membentuk kader-kader wirausaha baru yang mandiri dan akhirnya menjadi profesional,” ungkap Aini, Selasa (22/6). (rls)

