MAKALE, BKM — Forum Mahasiswa Toraja (Format) mendesak Pemprov Sulsel mencabut izin PT Malea Energy yang dalam beberapa bulan terakhir meresahkan warga setempat.
Desakan tersebut diambil menyusul aparan tenaga ahli dari Unhas bahwa penyebab getaran dan dentuman akibat kehadiran PT Malea Energy. Perusahaan tersebut bukannya membawa perubahan ekonomi warga tapi justru membuat masyarakat was-was.
”Sudah selayaknya Pemporv dan pemerintah pusat melakukan evaluasi secara menyeluruh atas rangkaian proses pembangunan proyek ini dan segera mencabut izin perusahaan PT Malea Hydropower,” terang Ketua Format Heriyadi, kepada BKMSenin (5)7).
Menurut Heriyadi, Format mendesak PT Malea Energi segera bertanggung jawab dan melakukan pemulihan atas dampak yang ditimbulkan akibat aktivitas perusahaan.
Demi keselamatan warga sekitar wilayah proyek dan pemukiman warga sepanjang hilir DAS Sungai Saddang, Pemkab hendaknya mengambil langkah tegas demi keselamatan warganya.
”Format dari awal tegas keselamatan warga diatas segalanya. Jangan diabaikan dampak lingkungan sebab kelak menjadi ancaman dan malapetaka, apalagi artepak diledakkan tanpa sungkem kepada tokoh dan pemuka masyarakat,” tegas Heryadi.
Format menilai manajemen PT Malea tidak taat aturan perundang-undangan sebab mengabaikan keselamatan warga dan lingkungan. (gus/C)

