MAKASSAR, BKM–Sedikitnya ada tiga politisi di Kabupaten Takalar sangat menguat untuk bertarung pada kontestasi pemilihan bupati (pilbup) Takalar 2024 mendatang.
Ketiganya yakni politisi Partai Golkar Burhanuddin Baharuddin, politisi Partai Nasdem H Ahmad Dg Se’re dan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hengky Yasin.
Bur-panggilan akrab Burhanuddin Baharuddin pernah tercatat sebagai bupati dan ketua DPD II Partai Golkar Takalar, sedangkan H Ahmad Daeng Se’re kini menjabat sebagai wakil bupati serta ketua DPD Partai Nasdem Takalar.
Adapun Hengky Yasin kini masih duduk di DPRD Sulsel. Hengki sudah tercatat sebagai wakil rakyat dua periode.
Nama lain yang banyak disebut yakni politisi Partai Keadilan sejahtera (PKS) Mallarangan Tutu, politisi Partai Gerindra Indar Jaya dan politisi PAN serta politisi PDIP Natsir Ibrahim.
Seperti diketahui, masa jabatan bupati dan wakil bupati Takalar, Syamsari Kitta – Ahmad Dg. Se’re akan berakhir 22 Desember 2022 mendatang. Sehingga dipastikan tak ada petahana karena kepala daerah akan diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) selama dua tahun kedepan.
Apalagi Syamsari Kitta sudah membuat pernyataan jika dirinya tidak ingin maju di pilbup Takalar nanti. Syamsari yang pernah tercatat sebagai anggota Fraksi PKS DPRD Sulsel dua periode ingin maju di pemilu legislatif melalui Partai Gelora yang kini dipimpinnya.
Ahmad Daeng Se’re juga mengaku siap jika mendapat amanah dari partai. Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse bahkan mendorong Ahmad Daeng Se’re agar terus melakukan konsolidasi.
Politisi PKB Hengky Yasin mengatakan jika saat ini dirinya belum melakukan sosialisasi sebagai bakal calon bupati, apalagi kata dia pesta demokrasi tersebut masih cukup lama dan menyisakan kurang lebih tiga tahun dan dia hanya lebih fokus menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.
“Saya belum melakukan sosialisasi, selama ini saya hanya menjalankan amanah sebagai anggota DPRD. Jadi cuma kegiatan DPRD ji saja,” kata Hangky Yasin.
Anggota DPRD Sulsel ini menunggu bagaimana respon masyarakat Takalar dua tahun terakhir ini. Apakah dia didorong maju atau tidak. “Kita tunggu apa maunya masyarakat, kalau mereka meminta pastinya kelihatan ada respon,” ujarnya.
Terpisah, Mallarangan Tutu mengatakan sebagai kader pastinya sudah siap maju jika ada perintah partai. “Sebagai orang Takalar dan kader partai harus siap. Kan kita sudah lumayan mengakar di Takalar. Jadi kita ingin menunjukan loyalitas kita ke partai. Ketika diremehkan oleh partai dan kampung halaman, Bismillah,”ujar Mallarangan.
Pemerhati politik dari PT Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir memberi apresiasi atas banyaknya calon yang akan bermunculan di Takalar. “Bias jadi karena bupati Takalar disebut minim prestasi,”ujar Suwadi. (rif)

