GOWA, BKM — Seorang warga Kelurahan Tamallayang, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa bernama Massiri Dg Lau meninggal dunia, Senin (29/2) sore lalu. Massiri diduga terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Tewasnya pria parubaya itu menambah daftar panjang kasus DBD selama dua bulan terakhir di Kabupaten Gowa.
Dg Taco, kerabat korban mengatakan, awalnya almarhum Massiri mengalami demam beberapa hari lalu. Karena kondisinya tidak pulih-pulih juga akhirnya pihak keluarganya kemudian membawa korban ke Puskesmas Bontonompo untuk diperiksa. Korban sempat mendapatkan perawatan selama satu hari di puskesmas.
”Tapi saat dirawat di Puskesmas Bontonompo II, kondisi Massiri tak kunjung membaik. Kemudian kami dirujuk oleh pihak puskesmas keRSUD Padjonga Daeng Ngalle di Kabupaten Takalar untuk memperoleh penanganan medis lebih jauh. Tapi kemudian selama sehari dirawat di rumah sakit itu, Massiri meninggal dunia,” jelas Dg Taco.
Sebelumnya, dalam kasus DBD di Gowa juga menelan korban jiwa terhadap tiga orang wargam, mereka masing-masing, Ahmad Asdar (10) warga Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Nur Fadhilah (14) warga Desa Bategulung, Kecamatan Bontonompo, Syamsuddin Dg Ngawing (64) warga Kelurahan Batangkaluku, Kecamatan Somba Opu. Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, Sangkala yang dikonfirmasi, Selasa (1/3) kemarin membenarkan terjadinya lagi kematian salah satu pasien DBD di Bontonompo. Ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak puskesmas yang menangani korban sebelum dirujuk ke rumah sakit.
“Tapi kami masih ingin pastikan dulu apakah korban meninggal akibat DBD atau tidak. Karena diagnosa terakhir di puskesmas, dia mengalami diare,” katanya.
Sangkala mengatakan, akan segera berkoordinasi dengan pihak RSUD Padjonga Daeng Ngalle untuk memastikan penyebab kematian korban. Setelah itu, pihaknya akan mengambil informasi dari keluarga korban.
Sejauh ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gowa telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah mewabahnya penyakit DBD dengan upaya pengasapan (fogging.red) di sejumlah wilayah hampir tiap hari.
Kendati begitu, jumlah pasien DBD masih saja terus bertambah. Berdasarkan data yang dimiliki Dinkes jumlah pasien DBD di Kabupaten Gowa sampai hari ini sudah mencapai 256 orang. “Kalau kami fogging di satu wilayah, terkadang muncul kasus baru di wilayah lain,” ujar Sangkala. (sar-ril)
Diduga DBD, Satu Warga Tamallayang Tewas
×

