MAMUJU, BKM — Di lembaga Siola saat ini mengelola sejumlah kegiatan, seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), kesehatan dalam bentuk Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). LKM memberi bantuan simpan pinjam kepada orangtua anak didik SIOLA demi memenuhi kebutuhan gizi anak.
Kegiatan Capacity Building Siola yang berlangsung di aula Hotel Marannu, Senin (29/2), menghadirkan peserta dari pengelola Siola se Kabupaten Mamuju. Tak sedikit dari mereka mengaku masih mendapat kendala dalam melaksanakan LKM. Sementara Pendiri Baitul Maal wa Tanwil (BMT) Beringharjo Yogyakarta, Mursida Rimbe, selaku pemateri dalam acara tersebut, menawarkan solusi atas kendala yang dihadapi LKM Siola.
Dimana, dari sembilan Siola yang ada, kurang lebih mengalami kendala atau permasalahan yang sama. Yakni, keterlambatan pengembalian dana pinjaman LKM. Menurutnya, salah satu cara agar LKM dapat berjalan lancar yaitu dengan membangun ikatan emosional dengan pelaku LKM itu. ”Tanamkan dalam fikiran bapak ibu bahwa si peminjam ini adalah saudara kita. Jadi kita gunakan pendekatan kekeluargaan,” sarannya.
Untuk kegiatan, LKM Siola terbilang lembaga kecil. Sehingga masih dapat diatasi dengan pendekatan kekeluargaan, tanpa melibatkan pihak lain seperti menggunakan jalur hukum. Kalau ada pelaku LKM yang tidak menyelesaikan kewajibannya, ia menyarankan agar pengelola dan pelaku LKM membuat kesepakatan bersama, mengatur perpanjangan waktu dan memperkecil angsuran pinjaman.
”Paling tidak, modal kita telah kembali dulu. Jadi kita bisa pakai buat tambahan modal lagi, daripada tidak dibayar sama sekali kan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Mursida Rambe mengungkapkan tentang sejarah membangun bisnis jasa keuangan mikro yang sukses. Ia berharap Siola mampu tumbuh menjadi unit yang berkelanjutan dan mandiri. Kebutuhan PAUD, posyandu dan BKB dapat terpenuhi secara mandiri dengan LKM Siola yang berjalan lancar. (ala/mir/c)
Bangun Ikatan Emosional
×

