pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Gowa Punya Stok Sapi Kurban 6.273 Ekor

GOWA, BKM — Pada perayaan Hari Iduladha tahun ini, para peternak sapi dan kambing mulai pamer stok. Hampir sejumlah pinggir jalan ruas kota dihiasi peternakan dadakan yang tidak lain untuk penjualan hewan kurban
Kadis Peternakan dan Perkebunan Gowa, Suhriati, mengatakan, sebelum menentukan stok sapi kurban, pihaknya terlebih dahulu melakukan pendataan stok yang ada di kecamatan. Untuk stok tahun 2021 ini, Gowa memiliki stok sapi kurban sebanyak 6.273 ekor dan kambing 789 ekor.

”Enam ribuan sapi siap kurban ini telah kami periksa kesehatannya. Sehingga kami pastikan aman dan halal. Bagi masyarakat yang mau berkurban sapi atau kambing silahkan kunjungan penangkaran atau penjualan milik warga yang tersebar beberapa titik di kota Kecamatan Somba Opu,” kata Suhriati saat ditemui di sela pemeriksaan ternak kurban di kawasan Jl HM Yasin Limpo, Samata, akhir pekan lalu.

Di tempat yang sama, Kabid Keswan Disnak Sulsel, Syamsul Bahri, mengatakan, dengan adanya pandemi Covid-19 ini, tentunya ada sedikit kemunduran penjualan hewan kurban dibanding tahun sebelum ada pandemi. Saat ini untuk Sulsel kurang lebih 65 ribu ekor sapi siap dipotong dan dari angka itu stok Makassar sekitar 5.000 ekor sementara Gowa sekitar 6.000-an lebih.
”Kami sudah turun selama empat hari ini melakukan peninjauan. Dalam meninjau itu bukan hanya stok sapi layak sembelih yang dilihat tapi juga sapi yang tidak layak kurban didatakan, seperti sapi cacat mata atau pincang atau yang tidak cukup umur. Untuk ketidaklayakan sembelih, kalau sapi itu dibawah dua tahun dan kambing dibawah satu tahun. Total yang tidak layak jual di Sulsel ada sekitar 6.000-an lebih dari 65 ribu stok sapi,” kata Syamsul Bahri.
Terkait kelayakan jual atau dikurbankan menurut penanggung jawab kesehatan hewan, Widodo, karena potensi cacat fisik hewan.
”Ciri-ciri sapi yang layak kurban yakni harus sehat, tidak ada cacatnya dan lengkap persuratan. Yang sehat maksudnya adalah gerak sapinya lincah, matanya cerah dan tidak ada leleran dari mata, bulunya mengkilap, dari lubang-lubang alami sapi bersih tidak ada bekas-bekas mencret. Untuk gigi sapi yang layak kurban itu juga harus ada minimal satu pasang itu artinya sudah umur dua tahun. Kalau ada yang dua tiga pasang maka itu cukup layak dan cukup umur,” papar Widodo bersama Sugiarti.
Terpisah, salah seorang pengelola penangkaran atau penjualan sapi, H Ibrahim Pasang, didampingi pemilik sapi H Minggu mengatakan, khusus di penangkarannya sudah terjual sekitar 138 ekor sapi.
Diakui, tingkat penjualan tahun ini agak menurun. Kalau tahun-tahun lalu dia mampu menjual 300 ekor, maka tahun 2021 ini yang terjual hanya 200 ekor. Dikatakan, harga jual sapi paling mahal adalah jenis Almesin Rp80 juta per ekor sedang yang termurah Rp12,5 juta per ekor.
Sementara penjual sapi di kawasan Jalan Tun Abdul Razak Hertasning Baru, H Bakri Dg Emba, mengaku stok sapi miliknya saat ini sebanyak 300 ekor dan sebagian besar sudah laku terjual. (sar)



×


Gowa Punya Stok Sapi Kurban 6.273 Ekor

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link