MAKASSAR, BKM — Tumbuhan daun benalu cengkeh yang selama ini kerap diabaikan ternyata bisa dijadikan obat. Empat mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) sudah membuat inovasi ini. Mereka adalah Fairuz Erlangga Nadwi, Miftahul Rizky, Ersa Rana, dan Miftahul Jannah.
Fairuz yang menjadi ketua tim di kelompok ini. Fairuz dan Miftahu Rizky dari Jurusan Kimia. Ersa dari Jurusan Biologi, sedangkan Miftahul Jannah dari Jurusan Pendidikan IPA. Mereka didampingi dosen pembimbing Sitti Faika,M.Sc., Ph.D., Apt. Faika juga merupakan dosen Kimia di FMIPA UNM.
Fairuz Cs merupakan salah satu tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UNM bidang Riset Eksakta (RE) tahun 2021. Mereka membuat inovasi tersebut berupa obat kanker payudara berbentuk permen jelly dari daun benalu cengkeh (deondropthethoe petandra).
Tercetusnya ide pembuatan ini lahir dari melihat data bahwa penyakit kanker payudara ini sebanyak 80 persen kasus ditemukan pada stadium lanjut. Penanganan penyakit kanker dilakukan dengan kemoterapi, radioterapi, dan operasi. Penggunaan obat-obat kemoterapi untuk pengobatan tersebut dapat menimbulkan efek samping seperti rambut rontok, supresi sumsum tulang, resistensi obat, disfungsi neurologi, dan toksisitas jantung.
”Kami juga dapati banyaknya keluhan dari pemilik kebun cengkeh yang mengeluhkan benalu ini menghambat pertumbuhan daun cengkehnya,” ujar Fairuz.
Untuk menjawab permasalahan ini, Fairuz dan timnya berinisiatif membuat obat berbentuk permen jelly dengan memanfaatkan ekstrak daun benalu cengkeh, yang setelah Fairuz cs teliti, ternyata ekstrak dari daun benalu cengkeh ini dapat mengobati kanker payudara. Selain sebagai obat, juga sebagai upaya pengurangan pemakaian obat-obatan, kemoterapi, radioterapi, dan operasi sehingga mengurangi efek samping yang akan terjadi pada penderita kanker payudara.
”Kita berharap agar produk yang dihasilkan ini dapat bermanfaat bagi para penderita kanker payudara serta dapat dikomersilkan dan dipatenkan,” ujar Miftahul Rizky.
Sebagai ketua tim, Fairuz sangat bersyukur karena bisa lolos sebagai penerima hibah PKM tahun 2021. ”Selama proses penelitian dan pembuatan produk ini, kami belum dapat kendala yang berarti. Semoga ke depannya juga tidak terdapat kendala. Mudah-mudahan PKM yang kami lakukan bisa memberikan manfaat ke lingkungan secepat mungkin,” tandasnya. (rls)

