MALILI, BKM — Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengaku telah menemukan sejumlah permasalahan pada kegiatan proyek fisik. Hal itu diketahui setelah dirinya turun melakukan kunjungan kerja. Temuannya itu seperti adanya pekerjaan yang tidak selesai, tidak sesuai bestek hingga keterlambatan pekerjaan.
Wabup saat membuka Program Pelatihan Profesi Insinyur (P3I) dan sertifikasi insiyur profesional di Aula Kampus Akademi Teknik Sorowako (ATS) mengakui berbagai permasalahan ini tentu saja menjadi fokus untuk dibenahi. Salah satunya, akan menggandeng PII sebagai mitra kerja pemerintah daerah baik itu berupa pendampingan hingga menjadi tim pengawas independen.
“Saya yakin SKPD dan PII bisa bekerjasama, pengawasan akan semakin baik bila ditangani langsung tenaga profesional,” ungkap Irwan.
Sementara itu, perwakilan PII Pusat, Rudy Purwondho mengatakan implementasi UU Keinsinyuran yang diundang-undangkan sejak tahun 2014 mengamanatkan pentingnya insinyur sebagai pengawal keteknikan haruslah kokoh.
Apalagi yang membanggakan dari Luwu Timur ini adalah Bupati dan Wakil Bupati adalah sama-sama dari background “insinyur”. PII Luwu Timur dari sisi sumber daya manusia baik kualitas dan kuantitas cukup mumpuni karena banyaknya kalangan insinyur untuk memenuhi kebutuhan industri dan pertambangan.
“Kehadiran PII Cabang Luwu Timur cukup diperhitungkan di pusat,” katanya. (alp/C)
Wabup Temukan Proyek Amburadul
×

