pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Oknum LSM-Wartawan Gadungan Dilapor Memeras

ENREKANG, BKM — Kasat Reskrim Polres Enrekang AKP Saharuddin meminta kepada para rekanan pelaksana proyek atau konraktor agar melapor ke polisi jika ada oknum yang mengatasnamakan wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melakukan pemerasan.

“Kalau memang ada segera ke Mapolres buat laporan,” ujar Saharuddin dibalik telpon genggamnya baru-baru ini.
Karena menurutnya tanpa ada laporan dari pihak yang merasa dirugikan pihaknya tidak bisa melakukan proses penyelidikan terhadap dugaan oknum tersebut. “Laporkan agar kami mempunyai dasar untuk melakukan penyelidikan,”ujarnya.

Sejumlah kontraktor proyek di Kabupaten Enrekang mengeluh akibat oknum yang mengaku Wartawan dan oknum LSM sering mintah uang. Hal ini terjadi setiap tahun saat proyek berjalan. Mereka meminta sejumlah uang.
Salah seorang konraktor yang enggan disebut namanya kepada BKM mengaku resah dengan ulah kedua oknum tersebut. “Dalam sehari mereka menelpon 6-8 kali minta uang. Bagaimana kita bisa fokus bekerja,” tandas. sang kontraktor.
Menurutnya, kejadian ini ia juga dialami pada tahun lalu. Jika tak diberi mereka mencari-cari kesalahan proyek yang dikerjakan. Perbuatan keduanya sudah dilaporkan kepolisi karena melanggar KUHP pasal 368 ayat 1 junto Pasal 55 ayat 1 tentang tindak pidana pemerasan.

“Saya sudah lapor ke polisi bahwa ada oknum mengatasnamakan LSM dan wartawan sering minta uang,”tambahnya.
Terpisah, AM oknum LSM yang mengaku sebagai Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi dan Hukum (Tipikor) yang minta uang kepada kontraktor saat dikonfirmasi membenarkan dirinya meminta uang untuk kegiatan organisasi tapi tidak ada unsur paksaan.

Sebelumnya, seorang wartawan gadungan membuat resah kontraktor proyek bendungan di Kecamatan Malua-Enrekang. Sang oknum mendatangi lokasi proyek dan mengancam kontraktor akan melaporkan pekerjaanya yang diduga tidak sesuai bestek kepada pihak berwajib. Tak mau bermasalah kontraktor menyerahkan uang Rp10 juta kepada oknum wartawan.
“Oknum wartawan itu sudah dua kali datang. Pertama diberi Rp10 juta lalu datang lagi dan minta Rp20 juta,”ujar salah seorang warga Kecamatan Malua (ZN) kepada BKM baru-baru ini.

Akibatnya, gaji beberpa pekerja proyek tersebut tidak terbayarkan akibat ulah oknum wartawan tersebut. “Gara-gara itu kasus ada empat pekerja belum dibayar gajinya,”ujar ZN.
Ketua PWI Cabang Enrekang, Syamsul Khaliq menyesalkan adanya ulah tiga orang pria yang mengaku wartawan memeras salah seorang kontraktor di Enrekang. (her/C)




×


Oknum LSM-Wartawan Gadungan Dilapor Memeras

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link