RANTEPAO, BKM — Pengadilan Negeri (PN) Makale Klas 1B melakukan eksekusi objek perkara area tanah Tongkonan Buntu di Lembang Bangkelekila’ Toraja Utara, Rabu (15/9). Jalannya eksekusi mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Torut. Sebelumnya Panitera, YP Panoto membacakan putusan MA No. 1768 K/Pdt/2020.
Putusan lain adalah Putusan PT Makassar No. 239/PDT/2019/PT.Mks. jo Putusan PN Makale No. 116/Pdt.G/2018/PN.Mak. jo Putusan PK MA RI No. 432 PK/Pdt/2017 jo Putusan Kasasi MA RI No. 1864 K/Pdt/2015 jo Putusan PT Makassar No. 226/PDT/2014/PT.Mks. jo PN Makale No. 49/Pdt.G/2013/PN.Mkl dalam perkara antara Lince Tallo Arrang dkk sebagai Penggugat/Terbanding/Termohon Kasasi/Pemohon Eksekusi lawan ahli waris Ne’ Bado dkk sebagai tergugat/Pembanding/Pemohon Kasasi/Termohon eksekusi.
Usai panitera membacakan putusan, satu unit excavator mulai bekerja merubuhkan tiga rumah di pelataran Tongkonan Buntu dan satu lumbung. Proses eksekusi diwarnai aksi protes dari korban Nety. Ibu tiga anak dari Nek Enjel ini mengamuk dan melawan.
Saat ditemui BKM di lokasi eksekusi Nek Enjel, mengaku pasrah dengan eksekusi tersebut. Dia mengaku menyerahkan sepenuhnya ke yang maha kuasa. Kita sandarkan saja sama Tuhan. Saat kami di Malaysia orang tua satukan rumah dalam tongkonan. (gus/C)

