MAMASA, BKM — Proyek pembangunan saluran irigasi Tatoa, sampai sekarang belum bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Proyek senilai Rp4.664.935.000 dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemkab Mamasa tahun 2015. Proyek ini jadi mubasir dan terkesan asal kerja.
”Bayangkan, sawah yang mau diairi irigasi ini hanya satu petak. Sementara untuk pembuatannya mencapai Rp4.664.935.000. Jadi kontraktor asal kerja atau pihak perencana proyek tidak tanggap menempatkan proyek. Padahal, anggarannya mencapai miliaran rupiah,” ungkap Albert, salah seorang tokoh masyarakat Mamasa yang berdomisili di seputaran proyek, saat ditemui BKM di Mamasa, kemarin.
Albert pun mempertanyakan manfaat dari proyek ini dibangun. Toh, tidak ada gunanya. Sebab, tidak bisa difungsikan. ”Intinya, anggaran bisa terserap meski itu tidak memiliki asas manfaat. Proyek ini terkesan dikerjakan asal-asalan,” ujar salah seorang sumber lainnya yang menolak disebutkan namanya.
Sejumlah pihak pun yang ada di Kabupaten Mamasa menyesalklan pembangunan proyek irigasi ini yang diduga kuat telah dimark up anggarannya oleh pihak kontraktor. Proyek ini bahkan ditengarai melibatkan keluarga pejabat di lingkup Pemkab Mamasa.
Sementara itu, Yostan Vlapius Palullungan, tim investigasi LSM Anti Korupsi Indonesia Sulbar, mengatakan, sejak dari awal perencanaan dari proyek tersebut sudah tidak benar. Karena saluran irigasi itu lebih dalam dibandingkan sawah yang akan diairi. Kemudian dalam pekerjaan irigasi ini, juga terkesan asal jadi. Sebab jumlah sawah yang akan diairi tidak luas. Hanya beberapa petak. Padahal anggaranya mencapai miliaran rupiah.
”Kami akan mengadukan masalah proyek ini kepada pihak berwajib untuk ditindaklanjuti secara hukum,” tegas Yostan. (dar/mir/c)
Telan Dana Miliaran, Irigasi Tatoa Terbengkalai
×

