MAROS, BKM — Badan Intelijen Negara (BIN) Sulawesi Selatan kembali menggelar vaksinasi tahap pertama dan kedua kepada ribuan pelajar di sejumlah sekolah di Kabupaten Maros, pada Rabu pagi, (13/10).
Pelaksanaan vaksinasi yang kedua kali digelar BIN di kota Maros dengan menyasar 1.600 penerima. Tujuannya, untuk mengejar pembelajaran tatap muka yang sudah berlangsung, guna mencegah klaster penyebaran Covid-19 di sekolah-sekolah.
Kepala Badan Intelijen Negara Sulawesi Selatan, Brigjen TNI Dwi Surjadmodjo, menjelaskan, vaksinasi pelajar kali ini dipusatkan pada tiga sekolah di wilayah Maros, yakni di SMK Negeri 1 Maros, SMA Negeri 4 Bantimurung, SMP 20 Simbang, serta melakukan vaksinasi door to door di Kecamatan Lau.
”Untuk usia yang disasar mulai dari 12 tahun ke atas. Semoga dengan adanya vaksinasi ini harapan siswa dan guru juga bisa segera terwujud untuk melakukan pembelajaran tatap muka yang saat ini sementara berlangsung,” ujar Brigjen Dwi Surjadmodjo.
Lanjut disampaikan, tingkat partisipasi dari para peserta sangat bagus dibandingkan vaksin-vaksin sebelumnya. Para siswa begitu antusias untuk divaksin. Bahkan, ada beberapa orangtua yang mengantar anaknya untuk mengikuti vaksin.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Maros, Muhtar, mengatakan, ribuan pelajar dari beberapa sekolah ikut mendapatkan suntikan vaksin dari BIN. ”Ada beberapa sekolah yang ikut, seperti SMK swasta dan SLB. Pesertanya itu lebih dari 1.000-an,” jelas Muhtar.
Selain di SMK Negeri 1 Maros, vaksinasi khusus pelajar juga digelar BIN di SMA Negeri 4 Bantimurung dengan pendisiplinan proses ketat. Kepada wartawan, Kepala UPT SMA Negeri 4 Bantinurung, Ansar, menyampaikan, pelaksanaan vaksinasi pelajar di sekolahnya begitu responsif diikuti para siswa.
”Alhamdulillah vaksinasi yang digelar BIN disekolah kami berjalan dengan lancar siswa sangat antusias mengikuti pelaksanaannya, respon orang tua siswa untuk mengikuti vaksinasi ini sangat baik,” tambahnya.
Dia berharap dengan adanya vaksinasi pelajar ini, herd immunity bisa segera terbentuk dan sekolah pembelajaran tatap muka bisa berjalan normal. Pelaksanaan vaksinasi oleh BIN juga melibatkan 4 Puskesmas. Setiap Puskesmas menurunkan 14 orang sebagai tim Nakes. (ari/c)

