JENEPONTO, BKM — Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Jeneponto mencenangkan Program Bersinar (Berantas Sindikat Narkoba) guna menekan kasus penyalahgunaan narkotika di Jeneponto.
Program ini diawali dengan rapat koordinasi antara aparat penegak hukum dengan pihak pemerintah kabupaten dan berlangsung di ruang rapat Mapolres Jeneponto, Selasa (15/3).
Wakil Bupati Jeneponto, Mulyadi Mustamu yang hadir dalam rapat tersebut merespon sekaligus mengapresiasi program pemeberantasan narkoba di Jeneponto. Dia meminta jajaran kepolisian lebih optimal mempersempit ruang gerak sindikat peredaran narkoba di bumi Butta Turatea.
“Karena orang Jeneponto Benci terhadap Narkoba. Makanya saya mewakili pemerintah mengapresiasi jajaran Polres yang terus mengoptimalkan pemberantasan narkoba di kabupaten ini,” tegas Mulyadi.
Mulyadi berpesan kepada peserta rapat untuk ikut merenungi data tingkat penggunaan narkotika yang dinilainya sudah sangat mengkhwatirkan.
“Mari kita merenung dan melihat data ini, bahwa di negara kita, setiap hari 50 orang meninggal dunia akibat narkoba,” tukasnya.
Untuk itu, dia berharahap, pemerintah, penegak hukum dan masyarakat manyatukan komitmen untuk memerangi penyalahgunaan narkotika melalui upaya pencegahan di seluruh lapisan masyarakat.
Di tempat yang sama, Kapolres Jeneponto, AKBP Joko Sumarno menjelaskan, program Bersinar merupakan komitmen Polri dalam pemberantasan sindikat narkoba.
“Program ini lahir atas dasar melihat kondisi saat ini, dimana secara nasional kasus narkoba sudah sangat mengkhawatirkan,” jelas Kapolres.
Menurutnya, pelaku penyalahan narkoba saat ini cenderung berapeliasi dengan komponen masyarakat untuk membuka ruang-ruang baru, bahkan hingga ke polosok wilayah. Lanjutnya, bahwa program Bersinar yang implementasinya berujung pada kegiatan operasi ini akan berlangsung selama satu bulan, mulai 15 Maret hingga15 April tahun 2016.
“Kegiatan ini menjadi strategis dan merupakan tindak lanjut dari instruksi presiden dan perintah regulasi tentang pemberantasan sindikat narkoba,” tegas Kapolres.
Lanjutnya, program ini nantinya akan didahului dengan sosialisasi yang melibatkan institusi terkait. Sosialisasi diharapkan agar masyarakat bisa lebih memahami dampak buruk dari penggunaan narkoba.
“Kita juga ingin mendorong upaya penindakan tegas dan keras terhadap pelaku sindikat narkoba untuk memberikan efek jera. Bahkan kalau perlu sampai hukuman mati,” tegasnya lagi. (krk-ril/c)
Berantas Sindikat Narkoba
×

