MAROS, BKM — Pemerintah Kabupaten Maros meneken MoU (Memorandum of Understanding) dengan Bulog Divisi Regional (Divre) Makassar terkait penyaluran beras Bulog kepada Aparatur Sipil Negera (ASN) lingkup Pemkab Maros, Rabu (10/11).
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, kepada wartawan mengatakan, penandatanganan MoU dengan Bulog ini dilakukan setelah ada kajian dan penelitian.
“Kalau untuk MoU ini sebelumnya kita sudah teliti. Dan untuk beras Bulog saat ini kualitasnya sudah bagus. Tidak lagi seperti dulu yang kesannya beras Bulog itu tidak berkualitas. Kadang warnanya agak kekuningan. Sekarang Alhamdulillah, sudah ada beras premium yang sehat, dan bagus untuk konsumsi ASN kita,” ungkap Chaidir.
Selain itu, Chaidir juga menyampaikan jika selain beras untuk ASN, fokus Pemkab juga untuk membantu menjual gabah petani.
”Kita juga bantu petani untuk pembelian berasnya. Kalau misalnya ASN kita 7.000 orang masing-masing 10kg. Berarti ada 70 ton beras. Maka Bulog juga harus mengambil beras petani kita di Maros minimal 70 ton,” lanjut Chaidir.
Chaidir mengatakan, saat ini Bulog punya produk beras stunting yang dianggap cocok untuk dikerjasamakan kepada stakeholder terkait.
”Ada beras dengan kualitas terbaik mengandung 9 jenis vitamin yang cocok untuk anak-anak stunting. Ini akan kita kerjasamakan dengan Dinas Kesehatan dan ibu-ibu kader Posyandu guna mendukung pencegahan stunting di Maros,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) Makassar, Harisun, mengatakan, MoU ini adalah salah satu opsi untuk jaminan pasar beras Bulog.
”Ini salah satu opsi yang kami lakukan, untuk jaminan pasar beras bulog. Kemarin kan ada raskin. Jadi untuk hulu ke hilir itu seimbang. Beda saat ini, Bulog cuma disuruh beli aja. Nah akhirnya terjadi masalah kalau gudang sudah penuh,” ungkap Harisun.
Ia melanjutkan, kalau kondisi ini (over kapasitas gudang) harus ada solusi. Salah satunya adalah melakukan koordinasi dengan bupati. ”Kami menjelaskan kondisi ini ke pak bupati. Dan MoU inilah salah satu jalannya. Selain itu, kami juga baru-baru ini mengirim beras keluar daerah, ke Papua dan ke Sumatera. Tapi gudang kami masih penuh. Saat ini masih ada 3.070 ton untuk gudang yang di Maros ya. Dan petani kita sudah mau panen lagi,” tambahnya.
Ia juga menambahkan, Bulog Divre Makassar membawahi 5 kabupaten/kota, yakni Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, dan Takalar. ”Dari 5 wilayah kami ini, di Indonesia kita jadi pemecah rekor stok beras, yakni 35.000 ton. Itu gudang sudah full,” katanya. (ari/c)

