MAKASSAR, BKM — Ribuan paket bantuan untuk korban bencana tahun 2021 ditemukan kedaluwarsa.Bantuan tesebut berupa 180 dus mie instan dan 1.136 sambel botol. Barang tersebut sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi.
Plt Kepala Dinsos Makassar, Muhyiddin tidak menampik persediaan bantuan sembako untuk korban bencana tahun lalu tidak tersalurkan dengan baik.
Karena itu, paket tersebut akan kembali diaudit. Sebab, belum cukup setahun bahan makanan tersebut sudah kedaluwarsa.
“Barang-barang yang dibeli juga tidak cukup setahun sudah kadaluwarsa. Makanya, perlu kita audit kembali,” ujar Muhyiddin.
Dia menjelaskan barang yang disediakan ini banyak tidak tersalurkan karena saat diadakan tidak jelas peruntukan mitigasi bencananya. Kata dia, hal ini benar-benar merugikan negara.
Tidak hanya itu, dari anggaran tersebut ada sisa dana sekitar Rp17 juta. Pengadaan yang dilakukan juga tidak sesuai spesifikasi. Dia juga masih menunggu arahan pimpinan perihal pemusnahan barang tersebut.
“Jadi kita tunggu arahan bapak wali kota untuk pemusnahannya, karena bahan ini harus segera dimusnahkan,” papar dia.
Melihat kondisi ini, Muhyiddin menyampaikan untuk memaksimalkan kedepan pihaknya akan membuat peraturan wali kota. Sehingga sembako tidak hanya mengacu pada bencana alam dan lainnya.
Tetapi yang mengalami kesenjangan kesejahteraan bisa juga mendapatkan.
Dikonfirmasi terkait persoalan tersebut, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyesalkan adanya bantuan kedaluwarsa di Dinas Sosial (Dinsos) Makassar.
Temuan ini, kata Danny, akan menjadi perhatian serius pemerintah kota. Karena itu, pihaknya akan melakukan audit terhadap bantuan tersebut.
“Saya instruksikan suruh audit itu. Kenapa bisa begitu. Kita tidak mau penyediaan bantuan sosial tidak berjalan dengan baik. Banyak masyarakat yang membutuhkan,” tegas Danny.
Kepada Dinas Sosial, dia juga meminta agar mengusulkan pengadaan gudang untuk menyimpan bantuan-bantuan bencana agar tidak cepat rusak.
“Saya juga minta supaya diusulkan supaya ke depan ada gudang yang disiapkan sebagai tempat menyimpan paket bantuan supaya bisa dikontrol lebih baik dan tidak cepat rusak,” tandasnya. (rhm)

