POLMAN, BKM — Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulbar siap mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan sebagai salah satu bentuk peningkatan kapasitas masyarakat desa di berbagai keterampilan baik bidang perikanan, pertanian, pangan dan industri.
Pagu anggaran APBDesa setiap desa di Polman Rp 1,3 milyard- Rp 1,9 milyard dinilai cukup tinggi. Sayangnya anggaran kegiatan pemberdayaan masyarakat desa berupa pelatihan sebagai salah satub entuk peningkatan kapasitas masyarakat desa diberbagai keterampilan baik dalam bidang Perikanan, Pertanian, pangan dan industri justru sangat minim.
Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulbar Muh. Akbar mendukung dan siap bekerjasama dengan para Kades jika ada program pelatihan terkait instansi Kelautan dan Perikanan diantaranya pelatihan pakan dan memelihara ikan.
Akbar berharap jauh hari sebelumnya sebelum tahap perencanaan idealnya dikoordinasikan dulu bisa melalui surat dari Kades agar pelatihan terkait yang mau dilaksanakan di desa bisa dikoordinasikan agar kedepan kegiatan pelatihan bisa sukses, efektif dan efisien.
Menurutnya, sejak menjabat sebagai Kadis, pihaknya sudah dua kali menggelar pelatihan termasuk di Desa Tumpiling melaksanakan pelatihan pakan yakni membahas cara membuat pakan ikan dan bagaimana komposisinya.
Untuk pelatihan budidaya ikan, baik ikan nila, ikan lele dan materinya bagaimana cara berbudidaya ikan yang baik. Hal itu mudah karena pihaknya mendatangkan ahlinya terkait budi daya ikan. Bagaimana mengenal dan solusi menanggulangi berbagai penyakit ikan.
Sementara Sekdis Pertanian dan Pangan Kabupaten Polman, Ibrahim Wella, mengatakan pihaknya memprogramkan pelatikan buat pemberdayaan masyarakat pada APBDesa tahun 2022. Hal ini dinilai cukup bagus.
Salah satu contoh usulan program pemberdayaan masyarakat untuk Dinas
Pertanian dan Pangan untuk pelatihan di desa yakni bagaimana menyiapkan bibit kakao dan mengenal penyakit serta solusinya dan cara membuat pupuk kakao.
”Usulan program sepertiitu cukup bagus karena memang pola pikir butuh anggaran lebih besar, bagaimana mengubah pola dari tidak tahu menjad tahu,” jelasnya.
Untuk bentuk kegiatan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten
Polewali Mandar selama ini semua tergantung kegiatannya. Sebut misalnya pemberdayaan ketahanan pangan, Dinas Pertanian melakukan pelibatan kelompok seperti LPL, kawasan hutan lestari yang melibatkan kelompok tani. ”Fokus ke kelompok tani nanti menjadi contoh kepada kelompok tani lainnya, tandas Ibrahim. (*)

