MAROS, BKM — Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 PGRI serta peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2021 tingkat Kecamatan Bantimurung, diguyur hujan deras, Kamis (25/11). Camat Bantimurung, Asrul yang bertindak sebagai inspektur upacara tingkat Kecamatan Bantimurung menolak untuk dipayung ketua PGRI Bantimurung.
”Hujan deras yang mengguyur kita akan menjadi berkah buat kita semua dalam menjalankan tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” ujar camat Bantimurung yang langsung diaminkan ratusan guru dan siswa siswi.
Diawal amanatnya, Asrul memohon maaf. Karena seharusnya di membacakan sambutan seragam Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Namun sambutan itu tidak dapat dibacakan.
Karena tulisan dan kertasnya langsung meleleh akibat guyuran hujan deras saat upacara sedang berlangsung. ”Saya menolak untuk dipayungi karena saya tidak mau melihat guru-guru kami yang berdiri sudah terguyur hujan, tapi tetap semangat mengikuti proses upacara secara khidmat,” ujar camat Bantimurung.
Ditambahkan Asrul, dirinya tidak bisa berdiri di sini sebagai kepala wilayah kecamatan jika tidak melalui proses pendidikan di sekolah. Alangkah tidak bagusnya jika saya seorang camat dipayungkan agar terhindar dari hujan. Sementara orangtua atau guru-guru kami yang sejak dulu sampai hari ini ikhlas mengajar, semua diguyur hujan.
”Biarkanlah kami bersama-sama memperingati HUT PGRI ini dengan penuh semangat dan gerak hati yang tulus. Tugas guru sangat berat. Namun profesi itu sangat mulia, dan terhormat. Untuk itu, mari kita bersama-sama untuk selalu mengingat serta mendoakan guru-guru kita, semoga semua guru khususnya yang mengajar d wilayah Kecamatan Bantimurung selalu diberikan kesehatan agar dapat melaksanakan tugas dengan baik, mendapat nikmat dan berkah,” tutup Asrul dalam amanatnya.
Kepala SMP 10 Bantimurung, Ruiyah sebagai tuan rumah pelaksanaan upecara HUT ke-76 PGRI serta peringatan Hari Guru Nasional tahun 2021 tingkat Kecamatan Bantimurung, mengatakan, ini menjadi sejarah buat semua guru yang ada di wilayah Bantimurung.
”Saat acara penaikan bendera berlangsung, hujan tiba-tiba mengguyur lapangan upacara SMPN 10 Bantimurung. Camat sebagai inpekstur upecara tetap berdiri tegap di mimbar upacara. Para guru se-Kecamatan Bantimurung tak satu pun meninggalkan tempat hingga upacara selesai. Upacara peringatan HUT ke-76 PGRI serta peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021 sangat khidmat di tengah guyuran hujan,” ujar Ruiyah.
Dikatakan Ruiyah, peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-76 PGRI adalah usia yang cukup matang dan dewasa bagi sebuah organisasi. Selama kurun waktu tersebut, banyak pengabdian yang telah disumbangkan.
Banyak aktivitas yang telah dilaksanakan teman-teman guru dan banyak juga peristiwa, persoalan, tantangan, dan kendala yang telah dihadapinya. ”Saya sebagai kepala sekolah mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, komitmen, khusus guru-guru kami di SMP 10 Bantimurung dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.” sebut Ruiyah. (ari/b)

