GOWA, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus berbenah dan melakukan peningkatan mutupendidikan.
Jika kepemimpinan Bupati Gowa dua periode lalu, Ichsan Yasin Limpo, pendidikan menjadi prioritas di APBD, maka pada periode Bupati Gowa, Adnan Purichta, porsi anggaran di sektor pendidikan hampir separuh dari APBD tahun 2016, yang besarnya kurang lebih Rp1,2 triliun.
Anggaran pendidikan menyedot sekira 49 persen dari APBD tahun ini. Itu
berarti keseriusan Pemkab Gowa disektor perbaikan Simber Daya Manusia (SDM) terbilang cukup tinggi.
Itu guna mengokohkan sejumlah program pendidikan Gowa yang telah berjalan, diantaranya program SKTB (Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan) dan program Investasi Sumber Daya Manusia Seperempat Abad.
Khusus SKTB, Bupati Gowa melalui Kadis Pendidikan Olahraga dan Pemuda (Dikorda) Gowa, H Idris Faisal Kadir menjelaskan, tahun anggaran 2016 difokus pada pelaksanaan SKTB di 50 sekolah percontohan, setelah ujicoba pada 8 sekolah telah berjalan mulus.
“Pelaksanaan terapan SKTB ini akan dituntaskan padaseluruh sekolah SD dan SMP serta SMA dengan target tuntas sampai tahun 2020 mendatang. Kita sekarang memasuki tahap kedua pelaksanaan dengan sasaran 50 sekolah dan kita target terapan program ini tuntas pada keseluruhan sekolah pada tiga tingkatan itu pada tahun 2020 nanti,” jelas Idris, Kamis (17/3).
Sementara untuk program Investasi SDM Seperempat Abad yang telah berjalan pada sembilan perguruan tinggi antara lain UGM, UPI, UI, IPB Bogor dan ITN Malang, sejumlah perguruan tinggi di Sulsel sejak tahun 2015, lanjut Idris, akan kembali dikembangkan di tiga perguruan tinggi di luar Sulsel, masing-masing Universitas Udayana, Denpasar untuk sektor kepariwisataan, Universitas Padjajaran, Bandung untuk program
Sosiologi dan Universitas UPI Bandung untuk sektor Pengembangan SDM
Guru.
Termasuk program Fastrack melalui kerjasama dengan Universitas Siswa Bangsa Internasional atau Sampoerna University. Program Fastrack ini merupakan program jalur pendidikan tercepat dan paling efektif yang memungkinkan anak meraih predikat tertinggi dalam waktu dua tahun paling singkat.
”Inshaa Allah, semoga seluruh program pendidikan kita berjalan baik dan menjadi percontohan bagi daerah lainnya,” terang Idris. (sar-ril)
Rp12 Triliun Untuk Sektor Pendidikan
×

