TAKALAR, BKM–Sejumlah bakal calon bupati dan wakil bupati di kabupaten Takar mulai berburu dukungan ditengah masyarakat.
Para bakal calon yang mulai berburu dukungan seperti H Firdaus Daeng Manye dan H Ahmad Daeng Tonang.
Keduanya nampak silih berganti melakukan perkenalan diri dengan bersosialisasi ditengah masyarakat Takalar, baik dalam bentuk silaturahmi maupun melalui media sosial.
H Ahmad Daeng Tonang secara diam-diam telah menyasar sejumlah pelosok desa, bahkan bersama relawan Ahmad Daeng Tonang (ADT) telah berkunjung kekecamatan kepulauan Tanakeke dengan membawa ratusan karung beras yang disebar kemasyarakat pulau Tanakeke.
“Pilkada Takalar masih teramat jauh pelaksanaannya, biarlah masyarakat yang menilai keberadaan kami disetiap tempat, yang pasti kunjungan kami dipulau Tanakeke hanya sekedar untuk berbagi berkah terhadap sesama,” ujar H Ahmad Daeng Tonang, Rabu (1/12)
H Ahmad Daeng Tonang yang lahir di Desa Sawakong, Kecamatan Galesong Selatan, kini dikenal sebagai pengusaha kuliner yang sukses karena memiliki puluhan rumah makan ternama di Kota Makasar. Bahkan pengusaha ini telah memiliki omzet hingga ratusan juta setiap bulannya.
Dari puluhan rumah makan yang dikelolanya itu, melibatkan warga Takalar dan Gowa sebagai tenaga kerja.
” Semua keberhasilan ini yang saya mulai dari nol berkat dukungan orang tua dan keluarga juga atas izin Allah SWT,”ucap Ahmad Daeng Tonang.
Sementara didalam komunitas H Firdaus Manye yang juga digadang-gadang akan siap bertarung pada pilbup mendatang juga telah banyak melakukan silatuhrahmi dengan sejumlah kelompok masyarakat bersama sahabat Takalarnya.
Kehadiran Firdaus Manye dalam beberapa waktu terakhir ini lebih banyak melakukan aksi sosial dan kebersihan lingkungan.
Hal itu terlihat, kala H Firdaus Daeng Manye bersama sejumlah komunitasnya melakukan pembersihan pantai Topejawa belum lama ini.
“Kegiatan bersih bersih pantai yang kami laksanakan beberapa waktu lalu hanyalah sebagai wujud kepedulian sosial untuk kebersihan lingkungan sekitar,”kata H Muhammad Firdaus, beberapa waktu lalu. (ira/rif/c)

