MAKASSAR, BKM — Ratusan sopir bus metro mini (Pete-pete) menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Perintis Kemerdekaan (depan kampus STIMIK AKBA), Kamis (2/12).
Mereka melakukan demo lanjutan dari unjuk rasa sebelumnya untuk menuntut penghentian operasional Bus Trans Mamminasata yang dianggap mengambil para penumpang sopir pete-pete dan melanggar perjanjian rute yang disepakati dalam rapat bersama Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan.
“Kami tidak makan. Kami tidak ada penumpang. Semua diambil sama bus. Tolong beri kami keadilan, kasihan anak istri kami. Ada kesepakatan kalau Teman Bus dilarang melintas secara masif di wilayah operasi pete-pete,” ujar Ishak, salah satu massa aksi.
Ishak juga meminta Dishub Sulsel untuk kembali mengatur ulang rute Bus Trans Mamminasata agar tidak melalui rute sopir Pete-pete yang selama ini dilewati dalam mengambil penumpang.
“Kami minta pak tolong atur ulang kembali rute bus. Jangan seperti dikasih kayak Pete-pete. Kasihan kami tidak ada penumpang semua ke bus,” tambahnya.
Diketahui, sebelumnya Plt Gubernur Sulsel, menggelar launching layanan Teman Bus Trans Mamminasata sebanyak 22 unit dari total keseluruhan 87 yang akan dilakukan secara bertahap.
Meski begitu, adanya operasional Bus Trans Mamminasata justru dianggap mengambil para penumpang yang menjadi langganan Pete-pete sehingga berdampak pada turunnya penghasilan para sopir tersebut.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Sulsel, Muh Anis, dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya menerima segala tuntutan yang diminta oleh massa aksi. Pihaknya juga bakal secepatnya berkoordinasi dengan kepala dinas untuk mengundang seluruh pihak yang bersangkutan dalam rangka mencari solusi bersama.
“Kami terima semua tuntutan bapak-bapak sopir angkutan pete-pete. Saya akan ketemu dengan pak kadis dan mengundang seluruh pihak terutama perwakilan dari sopir pete-pete untuk dicari solusinya,” ungkapnya.
“Kami coba hubungi pak kadis tentunya kami akan berikan solusi ke saudara-saudara. Kita cari jalan keadilannya sama-sama,” tandasnya.
Kendati demikian, massa meminta rentang waktu yang diberikan terkait kejelasan kapan penghentian atau pergantian rute Bus Trans Mamminasata dilakukan.
Para sopir pete-pete menganggap keberadaan bus tersebut bakal mematikan usaha mereka, karena bus digratiskan selama 3 bulan. (jun)

