pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ratusan Penumpang Asal Bima Terlantar

MAKASSAR, BKM –Ratusan penumpang di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, pascalebaran terlantar. Penumpang dengan tujuan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) asal Balikpapan ini masih tertahan di pelabuhan sejak Senin (20/7) lantaran tidak informasi pelayaran dari PT Pelni atau kapal menuju ke daerah tujuannya.
Nurhaedah salah satu rombongan pemudik asal Bima mengatakan, uang yang disimpannya habis membiayai hidup selama di pelabuhan.
“Kami tertahan disini karena tidak ada kapal yang akan melakukan pelayaran. Termasuk belum ada informasi dari pihak PT Pelni,” kata dia.
Dari pantauan BKM, ratusan penumpang yang terlantar di Pelabuhan Makassar tergabung dari penumpang laki-laki dan perempuan usia orang dewasa, remaja, anak-anak. Bahkan ada juga yang masih berusia balita.
Mereka tidur di bawah tenda bersama tumpukan barang bawaan, sambil menunggu informasi keberangkatan kapal. Penumpang yang dominan asal Bima ini bekerja di Kalimantan dengan mengajak anak, istrinya untuk mudik ke kampung halaman pascalebaran Idul Fitri.
Ironisnya, sejumlah oknum yang berada di pelabuhan mengambil kesempatan berbisnis didalam lokasi pelabuhan, dengan cara memberlakukan pembayaran kepada penumpang yang ingin masuk ke dalam Wc umum untuk buang air kecil, air besar ataupun hanya sekadar mencuci muka yang nilainya sebesar Rp5.000 untuk satu kali masuk. Selain itu, penumpang yang ingin melakukan pengisian daya baterai handphone (Cas Hp) dikenakan biaya sebesar Rp5.000 untuk sekali Cas. akibatnya, sejumlah penumpang merasa kecewa dan rugi karena sudah beberapa hari terkatung-katung di dalam pelabuhan yang harus mengeluarkan uang lebih untuk makan, minum dan bahkan menggunakan fasilitas umum yang berbayar selama berada didalam pelabuhan.
Nurhaedah menambahkan, ia berangkat dari Balikpapan bersama sembilan orang keluarganya yang terdiri dari dua orang anak anak dan tujuh lainnya orang dewasa dalam empat hari keberadaannya di pelabuhan Makassar. Ia mengaku sudah mengeluarkan sebanyak Rp500 ribu untuk makan, minum dan menggunakan Wc umum. “Saya disini makannya dua kali sehari dengan membeli nasi campur diluar pelabuhan dengan harga Rp15 ribu untuk satu orang. Kalau kita beli makanan di dalam lokasi dengan harga yang hampir sama tapi rasanya sudah basi,” ungkapnya.
Bukan cuman Nurhaeda, Muh Saleh (50) pria yang bekerja di salah satu perusahaan kelapa sawit di Balikpapan itu mengaku kecewa, karena sudah beberapa hari ia bersama keluarganya harus menunggu di pelabuhan Makassar dan harus mengeluarkan dana yang lebih untuk makan dan menggunakan Wc umum. “Tahun lalu tidak seperti ini, tapi ditahun ini baru kita tinggal berlama-lama di pelabuhan sampai sampai harus nginap,” tukasnya.
Hal yang sama juga dirasakan Mustamin (42) pria asal Bima bersama kedua anak dan seorang istrinya mengaku, pihak Pelni belum memberikan alasan mengapa keberangkatan kapal Makassar-Bima bisa selama ini ditunggu. “Kami baru akan berangkat besok malam (hari ini) sesuai dengan tiket keberangkan yang dilihat 24 Juli,” ucapnya. (arf/war/b)



×


Ratusan Penumpang Asal Bima Terlantar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar