TAKALAR, BKMCOM-Tingginya curah hujan yang mengguyur sejumlah pesisir pantai di Kabupaten Takalar, dan disertai gelombang pasang, mengakibatkan abrasi pantai kian meluas.
Salah satu faktor yang menyebabkan, karena pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat hingga saat ini belum menempuh upaya dini untuk menanggulangi bencana abrasi tersebut.
” Kita berharap ada upaya taktis yang ditempuh, baik pemerintah pusat maupun daerah dalam menanggulangi bencana abrasi yang kian hari kian meluas,” Kata Muhammad Setiawan, Kades terpilih Bontokanang, Selasa (7/12).
Diketahui, pasca hujan terus mengguyur dalam beberapa hari terakhir ini, selain pesisir Desa Bontokanang, kecamatan Galesong Selatan yang mengalami abrasi tingkat tinggi, Desa Boddia Kecamatan Galesong juga tidak luput dari hantaman abrasi.
Abrasi pun kian meluas dan kian memprihatinkan, setelah diketahui, bahwa Desa Popo, kecamatan Galesong Selatan dan Desa Aeng Batu Batu, kecamatan Galesong Utara juga terkena abrasi yang mengakibat sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.
Selain ke empat desa di wilayah Galesong yang mengalami abrasi, kerusakan lingkungan akibat fenomena alam itu juga terjadi di Desa Ujung Baji, Kecamatan Sanrobone dan Desa Punaga, Kecamatan Mangngarabombang.
” Abrasi ini memang setiap tahun terjadi di sejumlah pesisir pantai di Kabupaten Takalar, kita hanya bisa berharap ada langkah serius dari pemerintah untuk menangani bencana abrasi ini,” Kata Zainuddin Tuang Sore, warga Desa Punaga, Kecamatan Sanrobone.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Takalar, Nuriksan Nurdin, mengatakan, untuk sementara pihaknya telah melakukan pendataan warga terdampak abrasi dan mendistribusikan kebutuhan pokok bagi warga yang terkena abrasi.
” Sejumlah warga desa yang terdampak abrasi telah kita bantu pemberian sembako, Insa Allah, ada penanganan serius dari pemerintah untuk menanggulangi bencana abrasi ini,” kata Nuriksan Nurdin via WhatsApnya. (Ari Irawan)

