pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

TP PKK Sosialisasi Penanganan dan Pencegahan Stunting

PANGKEP, BKM — Pemerintah Kabupaten Pangkep bekerjasama Tim Penggerak PKK melaksanakan sosialisasi penanganan dan pencegahan stunting dan gizi buruk. Sosialisasi berlangsung di ruang rapat lantai 3 kantor bupati Pangkep, Senin (13/12).

Wakil Ketua Pokja 4 TP PKK Pangkep, Endang Hartiningsi, mengatakan, peserta sosialisasi terdiri dari kader dari 10 Posyando, bidan Puskesmas, petugas gizi Puskesmas, dokter ahli anak, IBI dan ketua TP PKK desa /lurah yang menjadi locus penanganan stunting.
Tujuan sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada kader, sekaligus untuk meningkatkan keterampilan kader untuk menentukan stunting dan cara pencegahannya.
”Kita harapkan, dengan sosialisasi ini adanya peningkatan wawasan dan keterampilan kader. Kita juga harapkan kerjasama semua leading sektor untuk menurunkan angka stunting dan memenuhi target zero stunting tahun 2026,” jelasnya.

Pembicara dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sulsel, Ema Alasiry, menjelaskan, PKK kerjasama dengan IDAI memang menggalakkan pelatihan bagi para kader. Pelatihan diberikan untuk memberikan pemahaman tentang stunting.
”Stunting bukan hanya pendek, tapi didasari mallnutrisi kronik. Berat badan perumurnya terganggu. Jadi, anak stunting itu berat badan per umurnya di bawah minus dua standar deviasi dan dan panjang badan perumurnya dibawah minus dua standar deviasi,” jelasnya.
Pencegahan stunting dan gizi buruk katanya, memelurkan proses yang panjang. Mulai dari usia remaja khususnya remaja wanita. Masa usia subur, saat hamil semua harus sehat jasmani dan rohani. Terpenuhi gizi, protein dan kalori. Begitu pun setelah bayi lahir, harus dikawal 1000 hari kehidupan. (udi/c)



×


TP PKK Sosialisasi Penanganan dan Pencegahan Stunting

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link