TAKALAR, BKM — Komisi Informasi Publik (KIP) Sulsel memberikan penghargaan kepada kepala Desa Panyangkalang, Kabupaten Takalar, sebagai desa yang cukup informatif dalam keterbukaan informasi publik di Sulsel. Pemberian award yang dihadiri Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dihelat di Rinra Hotel Makassar, Rabu (15/12).
Kepala Desa Panyangkalang, Ahmad Sabang didampingi Kepala Bidang Pembinaan Bina Desa, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Takalar, Ardianto Radjab, mengatakan, prestasi yang dicapai adalah hasil kerja timnya di desa, bersama perangkat desa, pendamping desa, dan juga Kabid PMD, Ardianto Radjab, yang selalu memberikan arahan agar kerap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat melalui inovasi desa yang bisa dan cocok dikembangkan di desanya.
”Penghargaan ini adalah hasil kerja keras tim kami di desa dan semua stakeholder. Terkhusus pak Kabid PMD, kanda Anto yang tidak pernah lelah memotivasi kami. Terima kasih,” tukas Ahmad.
Diketahui, Desa Panyangkalang, Kecamatan Mangarabombang mewakili Kabupaten Takalar sebagai desa yang menerapkan keterbukaan informasi publik (KIP). Desa ini mengikuti proses seleksi monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi untuk badan publik desa yang digelar Komisi Informasi Publik Sulawesi Selatan, pada Rabu (3/11).
Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan Bina Desa, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Takalar, Ardianto Radjab, menyatakan, terpilihnya Panyangkalang mewakili Takalar karena dinilai berhasil menerapkan keterbukaan informasi publik di Takalar.
”Keberhasilan Desa Panyangkalang tidak lepas dari kerja keras dari seluruh unsur yang ada di desa yaitu kepala desa beserta stafnya. Selain itu Dinkominfo Kabupaten Takalar juga sangat berperan dalam keberhasilan ini karena Dinkominfo turut proaktif dalam memberikan arahan dan pendampingan,” imbuh Ardianto.
Sementara itu, Kepala Desa Panyangkalang, Ahmad Sabang menyatakan pihaknya telah melakukan presentase keterbukaan informasi publik tentang potensi desa, inovasi desa, dan komitmen desa dalam menampilkan kinerja. Dia mengatakan, seluruh pengelolaan pelayanan dilakukan secara transparan.
”Warga desa bisa mengangkses dengan mudah semua hal yang kami kerjakan sehingga memudahkan mereka melakukan pengawasan,” beber Ahmad.
Ahmad mencontohkan, pengelolaan anggaran dana desa secara terbuka disajikan dalam website desa secara utuh, transaparan, dan akuntabilitas. Semua warga Takalar bisa mengakses informasi tersebut dengan mudah.
”Laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa juga kami sajikan dan bisa dilihat publik,” ujar mantan aktivis ini. (ira)/c

