pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pemkot Dorong Perda Kesejahteraan Atlit/Pelatih

MAKASSAR, BKM — Persoalan kesejahteraan atlit kerap menjadi sorotan masyarakat. Banyak atlit berprestasi kerap mengeluhkan kurangnya perhatian terhadap mereka.

Saat juara dalam sebuah event dengan membawa nama baik daerah, penghargaan yang diberikan tidak maksimal. Bahkan bonus kadang mengecawakan. Akibatnya, banyak atlit yang memilih hengkang dan bergabung dengan daerah lain yang menjanjikan kesejahteraan lebih baik.
Menghadapi persoalan tersebut, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto sudah memandang perlunya perhatian penuh pemerintah dalam menyokong kesejahteraan para atlit.
Danny menjelaskan, sudah saatnya kontribusi para atlit diapresiasi dengan penghargaan setimpal. Caranya, dengan memberi tunjangan kepada mereka secara berkala. Selain itu, atlit juga harus diakui sebagai profesi yang diakui.

“Untuk itu, perlu dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur soal kesejahteraan atlet tersebut. Supaya ada payung hukumnya,” ungkap Danny saat membuka Dialog Akhir Tahun Desain Pengembangan Olah Raga di Kota Makassar, Kamis (23/12) di Ballroom Gedung Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo.
Dia mengatakan, poin penting yang perlu diatur dalam perda tersebut nantinya adalah pemberian tunjangan kepada mereka walaupun nilainya mungkin tidak seberapa.
“Misalnya soal dapat tunjangan seumur hidup. Manna mamo kecil yang penting dapat tunjangan. Masak RT/RW dapat atlit berprestasi tidak. Di Amerika itu, profesi atlit begitu dihargai. Mereka dijadikan pahlawan,” jelasnya.

Lebih jauh dia mengemukakan, dalam Perda tersebut, perlu diatur kriteria atlet yang bisa memperoleh tunjangan. Misalnya pemegang emas Porda atau kejuaraan dunia. Termasuk pelatih-pelatih andal yang bisa mencetak atlit terbaik.
Selain itu, tambahnya, Danny berjanji akan lebih memperhatikan bonus untuk atlit berprestasi.
“Itulah, kenapa saya anggaran yang dialokasi untuk olahraga cukup besar,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Ketua KONI Makassar, Kusayyeng, mengemukakan, sejauh ini pembinaan olah raga di kota Makassar senantiasa mendapat dukungan dari KONI, walaupun dengan berbagai keterbatasan yang ada.
Diapun berharap Pemkot Makassar dan KONI, bersama berbagai stakeholder terkait, mampu memanfaatkan potensi yang ada, khususnya terhadap pengembangan olah raga prestasi di Makassar.
Dia melanjutkan, pada pelaksanaan berbagai event olah raga daerah, Kota Makassar selalu menempati juara umum. Artinya, banyak atlit berpotensi yang lahir dari pembinaan di Makassar.
Sayangnya, setiap ada even olah raga daerah seperti PON atau Porda, atlit Makassar selalu jadi incaran daerah lain dengan iming-iming bonus yang tinggi. Namun pada kenyatannya, banyak yang kecewa karena janji yang diberikan hanya impian semata dan tidak jadi kenyataan
“Karena itu, kami dari KONI berharap para atlit dan pelatih jangan mudah tergiur dengan apa yang dijanjikan daerah lain,” ungkap Kusayyeng.
Diapun menjanjikan, dalam pemberian bonus ke depan, bisa lebih baik lagi. “Para atlit dan pelatih sudah buktikan pada Porprov di Pinrang. Begitu juga dengan atlit serta pelatih yang meraih medali PON 20 Papua,” tandas Kusayyeng. (rhm)




×


Pemkot Dorong Perda Kesejahteraan Atlit/Pelatih

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link