MAKASSAR, BKM — Vaksin covid-19 merek Pfizer di Sulsel mulai menipis. Warga pun mulai kesulitan mendapatkan vaksin tersebut, khususnya yang dosis kedua.
Salah seorang warga kota Makassar bernama Dahlia (23), yang divaksinasi menggunakan vaksin Pfizer untuk dosis pertama pada 4 November 2021 hingga kini belum mendapatkan suntikan dosis keduanya. Padahal waktunya telah melewati jadwal yang ditentukan.
“Saya sampai saat ini belum menyelesaikan tahapan vaksinasi saya. Karena vaksin pertama saya adalah Pfizer. Tanggal 28 November adalah jadwal saya harus divaksinasi kedua,” kata Dahlia, Senin (27/12).
Dahlia sempat ke Puskesmas Malimongan Baru untuk mendapatkan suntikan dosis kedua. Namun menurut pihak Puskesmas, vaksin tersebut sudah tidak ada.
Dia lalu berlanjut ke beberapa kantor kelurahan seperti Kantor Kelurahan Wajo Baru dan Kelurahan Ujung Pandang. Namun hasilnya tetap nihil karena kelurahan itu juga tak menyediakan vaksin Pfizer.
“Karena sekarang lagi gencarnya di kelurahan mencari warga yang mau divaksin, saya menawarkan diri. Ketika kartu vaksin saya dilihat, mereka bilang tidak ada jenis vaksin tersebut. Yang ada cuma Sinovac,” kata Dahlia.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Arman Bausat, membantah jika vaksin Pfizer disebut kosong. Namun dia mengakui bahwa stok vaksin Pfizer memang menipis.
“Ada vaksin Pfizer cuma kan itu vaksin sudah ada jatahnya semua ke masing-masing kabupaten/kota. Bukan tidak ada Pfizer tapi terbatas,” kata Arman.
Dia mengatakan jika seseorang telah disuntik vaksin Pfizer untuk dosis pertama pasti ada juga jatah untuk dosis kedua. Hanya saja memang stok vaksin sekarang sedang menipis.
“Sekarang mungkin sisa 700 ribuan. Cukuplah yang penting didistribusikan dengan baik,” kata Arman.
Arman menambahkan, Sulsel bakal kedatangan stok vaksin lagi dalam waktu dekat. Jika tak ada aral melintang, maka sekitar 500.000 dosis vaksin akan tiba pada Selasa (hari ini).
“Ada Pfizer, ada Moderna. Jadi apa yang dikirimkan ke kita itu yang kita pakai. Tidak bisa memilih. Pusat juga sudah menghitung dosis satu dosis dua. Ini misalnya Pfizer dikasih siapa yang dosis dua,” kata Arman. (jun)

