MAMUJU, BKM — Anggota DPD/MPR RI dari daerah pemilihan Provinsi Sulbar, Muh Asri Anas, meminta kepada Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh dan Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin untuk mendesak kepada para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Sulbar untuk secara intens membangun koordinasi dengan anggota DPD RI.
”Para kepala dinas atau pimpinan SKPD untuk banyak-banyak berkoordinasi kepada kami. Utamanya dalam membantu mengkomunikasikan tentang bagaimana mendapatkan anggaran dari pusat untuk daerah ini,” kata Asri Anas saat menghadiri Forum Konsultasi Publik dalam rangka penyusunan rancangan awal RKPD tahun 2017 di aula lantai dua kantor gubernur Sulbar, Senin (21/3).
Menurut Asri, selama ini para kepala SKPD kelihatan enggan berkonsultasi dan berkoordinasi dengan DPD RI perwakilan Sulbar. Sehingga melahirkan kesan bahwa para pimpinan SKPD lingkup Pemprov Sulbar tersebut seolah-olah dapat melakukannya sendiri. ”Selama ini tidak ada kepala dinas yang datang untuk menemui kami. Masa pak gubernur terus yang berinisiatif menghubungi kami. Tidak boleh seperti itu dong,” tegas Asri yang juga pimpinan Badan Anggaran (Banggar) MPR RI itu.
Ke depan, lanjut Asri, para pimpinan SKPD harus memulai membangun koordinasi yang maksimal. Sebab tanpa koordinasi yang baik, sulit bagi daerah untuk melobi banyak anggaran di pusat. Para pimpinan SKPD juga diminta lebih memahami siklus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
”Harus dipahami bahwa ada saat-saat kita harus tahu bagaimana cara mendapatkan anggaran di pusat. DPD RI tahu benar persoalan ini. Dan yang paling penting itu adalah para kepala dinas, khususnya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), harus memahami siklus APBN kita. Kalau tidak, rasa-rasanya sulit kita dapat anggaran besar di pusat,” terang Asri.
Sekrov Sulbar , Ismail Zainuddin, mengakui kalau selama ini ada pimpina SKPD yang kurang melakukan koodinasi ke DPD RI. Padahal, ini untuk kepentingan masyarakat Sulbar. ”Ketika saya menjadi kepala dinas dibeberapa dinas yang kami tempati dulu, kami terus menongkrongi Senayan. Bahkan, kami harus sampai menunggu sampai urusan kami di Senayan tuntas,” katanya. (ala/mir/c)
Harus Pahami Siklus APBN
×

