WAJO, BKM–Program pendidikan yang diselenggarakan Golkar Institute, Jakarta bertajuk Executive Education Program for Young Political Leaders yang dimulai 24 hingga 28 Januari telah ditutup, Sabtu (29/1).
Sekolah politik diikuti 38 dari seluruh Indonesia digagas Partai Golkar untuk meningkatkan kapasitas pemimpin politik muda dalam hal kepemimpinan, pemahaman politik dan ekonomi.
Hal ini dilakukan agar dapat menghasilkan pemimpin transformasional yang inovatif, berintegritas, memiliki etos kerja yang baik, berdaya saing, memiliki mindset global, dan berkomitmen mewujudkan good governance.
Program pendidikan ini juga untuk memberikan jalur bagi para pemimpin politik muda Indonesia untuk memasuki ranah politik dan membangun karir politik bersama Partai Golkar.
Ketua Golkar Institute Tubagus Ace Hasan Syadzily menyatakan program Golkar Institute merupakan cara Ketua Umum Airlangga Hartarto memajukan Indonesia dengan melahirkan kader-kader pemimpin masa depan.
“Melalui Golkar Institute akan lahir banyak kader yang tangguh, memiliki pengetahuan serta berjiwa kepemimpinan yang transformatif,”ujar Ace Hasan.
Golkar Institute menghadirkan pemateri seperti Jusuf Kalla, Akbar Tanjung, Ginanjar Kartasasmita, Kishore Mahbubani, Yanuar Nugroho, Hamdi Muluk, Eko Prasodjo, Gun Gun Heryawan dan pemateri handal lainnya.
“Program Golkar Institute ini sangat keren dan inovatif dengan pemateri-pemateri kelas wahid. Saya bersyukur mendapat ilmu terbaik” ungkap Fadli Noor yang juga Ketua MPO Golkar Sulsel ini.
Sebelumnya, Ketua Golkar Sulsel, HM Taufan Pawe (TP) memerintahkan agar Ketua Golkar Wajo, dr. Baso Rahmanuddin agar ikut perhelatan politik 2024 sebagai calon bupati.
Hal tersebut diungkapkan TP dalam rangka konsolidasi internal Golkar Wajo, Jumat (28/1).
“Mudah-mudahan istri dari Almarhum Bupati Wajo (H. Andi Burhanuddin Unru) pada masanya dapat menyaksikan anak menantunya sebagai Bupati Wajo tahun 2024 nanti,” ungkap TP yang juga Wali Kota Parepare dua periode ini.
Mantan pengacara ini berharap kegiatan konsolidasi tersebut selain melahirkan komitmen bagi seluruh kader, diharapkan mampu wujudkan kader-kader handal dan bisa menjadi pemimpin besar kelak.
“Semua pimpinan kecamatan wajib mempunyai jiwa militansi, harga mati untuk menjadikan dokter Baso sebagai Bupati Wajo,”pinta TP yang juga Ketua MKGR Sulsel ini. (rif)

