MAROS, BKM–Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni’matullah Erbe yang juga legislator Partai Demokrat diminta untuk mengabdi sebagai anggota DPR RI.
Dukungan warga agar Ni’matullah memperjuangkan kepentingan masyarakat di senayan datang dari sejumlah warga di Kabupaten Maros.
“Pak Ni’matullah ini, saya kenal persis kapasitasnya mulai dari kampus. Bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga organisasi. Senat mahasiswa Fakultas dan Universitas pernah dipimpin, maka jangan pernah ragukan kemampuannya,”ujar tokoh masyarakat Bontoa, Maros, Naja di Warkop Telaga.
naja berharap, Ni’matullah juga terus menjaga eksistensinya di politik. Bukan hanya sebagai pimpinan partai, tapi juga pimpinan Legislatif.
“Saya pikir, pengalaman dua periode sudah lebih dari cukup. Kita dorong, kita doakan dan kita dukung beliau naik kelas ke DPR RI,” ungkap alumni Fakultas Ekonomi Unhas ini.
Selain itu, warga Kelurahan Bontoa juga meminta bantuan pengembangan masjid. “Mohon bantuannya untuk pengembangan masjid. Di kompeks ini ada dua masjid, tapi masih selalu dibutuhkan pengembangan, terutama saat Ramadan,” ujar tokoh agama, tokoh masyarakat yang akrab dipanggil Ayah bagi warga Griya Maros ini.
Ulla-panggilan akrab Ni’matullah Erbe meminta maaf. Kata dia, dalam dua tahun terakhir, khususnya pada periode kedua, ia sudah membatasi bantuan masjid.
Saat menggelar reses di Kabupaten Pangkep, tepatnya di Kecamatan Minasatene, Ulla menerima keluhan warga terkait langkanya minyak goreng.
Ulla mengemukakan bila pemerintah sudah menetapkan bahwa harga jual minyak goreng ini Rp14.000 per liter sejak pertengan Januari. Untuk itu, ia berjanji akan menyampaikan keluhan warga kepada yang berwenang.
“Nanti saya sampaikan bahwa ternyata kebijakan harga Rp14.000 tersebut bukan bohong, tapi belum jalan dengan baik,”ujarnya.
Sebelumnya, Ulla juga menyerap aspirasi warga terkait perbaikan jalan, permintaan drainase, dan alat pemotong rumput saat melakukan reses di Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale.
Ulla menyampaikan, permintaan bantuan tersebut akan dipilah-pilah sesuai dengan kewenangan. Sebab, tidak semua bisa diintervensi.

