MAROS, BKM — PT Angkasa Pura telah memberlakukan pembayaran uang elektronik (Unik) bagi pengendera roda dua, sejak 14 Februari 2022. Meski telah memberlakukan pembayaran uang elektronik bagi pengendara roda, namun masih banyak pengendara roda dua yang membayar dengan uang tunai.
Hal ini terlihat saat wartawan memantau langsung tolgate di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Masih banyak pengendara motor yang membayar dengan uang tunai. Padahal, pihak Angkasa Pura telah melakukan sosialisasi terkait hal tersebut.
Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I, Iwan Risdianto, mengatakan, sejauh ini memang masih ada beberapa pengendara yang menggunakan uang tunai untuk membayar di tolgate Bandara. Padahal, kata dia, pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait penerapan pembayaran menggunakan uang elektronik.
”Memang masih ada beberapa yang membayar dengan uang tunai. Walaupun sudah tidak terlalu banyak. Itu karena kami telah melakukan sosialisasi, baik melalui sosial media, maupun melalui papan bicara. Tapi memang mungkin masih banyak yang belum tahu persis,” jelasnya kepada wartawan kemarin.
Iwan menuturkan, sejauh ini penggunaan uang elektronik memang belum maksimal. Karenanya, setelah melakukan sosialisasi selama dua pekan, maka pihaknya akan melakukan evaluasi terkait penerapan uang elektronik ini.
”Ini kan sudah sosialisasi selama dua pekan. Kita akan mengevaluasi dimana celahnya penerapan ini,” jelasnya.
Dia menambahkan, penggunaan uang elektronik bagi pengendara roda yang merupakan salah satu cara manajemen Bandara Sultan Hasanuddin untuk menjaga kesehatan pengguna jasa bandara. Karena mengurangi kontak fisik. Selain itu, kata dia, efesiensi waktu juga mejadi salah satu pertimbangan.
”Konsep ini akan lebih memudahkan pelayanan di tolgate saat melakukan transaksi pembayaran karcis parkir. Mereka tidak perlu lagi mengantre untuk membayar. Karena sistemnya tinggal menempel kartu pembayarannya saja,” terangnya.
Sebelumnya, General Manager Bandara Sultan Hasanuddin PT Angkasa Pura I, Wahyudi, menuturkan, pada 14 Februari mendatang, seluruh loket pembayaran akan memberlakukan uang elektronik. Termasuk untuk loket pembayaran roda dua. Untuk membantu pengendara, akan ada beberapa bank yang akan standby untuk menyediakan kartu elektronik.
”Jadi jika ada pengendara yang belum memiliki kartu elektronik, maka mereka bisa langsung membeli di tempat penjualan kartu. Mereka bisa membeli langsung di lokasi itu,” ujarnya.
Wahyudi menjelaskan, penerapan sistem pembayaran uang elektronik bagi roda dua ini diharapkan akan memudahkan proses pembayaran di loket keluar.
”Ini fungsinya kalau kita sudah terbiasa dengan non tunai, maka akan mempercepat proses keluar masuknya kendaraan di Bandara. Sehingga harapan kami ini bisa meminimize kepadatan antrian loket di pintu keluar,” jelasnya.
Wahyudi menuturkan, total loket keluar di Bandara Sultan Hasanuddin sebanyak 8 loket. Nantinya semua loket tersebut akan diterapkan sistem pembayaran secara eleltronik. (ari/c)

