BANTAENG, BKM — Penutupan selokan yang dilakukan satu keluarga di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu, menyebabkan 20 rumah terdampak genangan air hujan.
Hal ini diungkapkan Alam, wirausahawan di Pasar Sentral Bantaeng, yang rumahnya ikut terdampak. “Sudah puluhan tahun selokan yang berfungsi sebagai saluran digunakan lebih dari 20 KK. Tapi sekarang ditutup oleh satu keluarga”, ungkapnya.
Alam menyayangkan sikap keluarga tersebut yang intoleran bertetangga. Memang, kata dia, lokasi selokan itu berada di tanah miliknya. “Sudah puluhan tahun digunakan. Kenapa baru kali ini ditutup dengan cara menimbun”, sesalnya.
Ironisnya lagi, lanjut Alam, perihal tersebut sudah diadukan kepada pemerintah setempat. Tapi kata dia, tidak direspon dengan baik.
Terkait hal ini, Kadis PU Bantaeng, Andi Sjafaruddin Magau, Rabu (23/2), mengatakan, pihaknya tidak mengetahui perihal tersebut. Meski demikian, kata dia, masalah ini segera disikapi. “Nanti saya minta staf untuk meninjau lokasinya”, katanya. (wam/C)

