pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Murid SD Belajar Dibawah Kolom Rumah

BARRU, BKM — Pemandangan memiriskan dialami 60 siswa SD INP Bottopenno di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru. Mereka terpaksa belajar dibawah kolom rumah warga, setelah sekolahnya dirobohkan untuk pembangunan rel kereta api trans sulawesi.
Kondisi ini terjadi sejak Juli 2015 lalu. Hingga kini gedung baru belum juga dibangun. Padahal nilai ganti rugi pembongkaran sekolah itu diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar.
Guru Pendidikan Agama Islam SDI Botto Penno Maryam mengaku resah dengan kondisi ini karena sudah berlangsung selama delapan bulan. Bagaimana tidak, sebagai pihak yang menumpang tentu berat hati dan mengganggu ketentraman pemilik rumah.
Sebab yang namanya siswa SD terkadang kurang konsentrasi dalam menerima proses pembelajaran, karena kondisi belajar di bawah kolom rumah panggung seperti ini sangan jauh jauh beda dengan belajar di ruangan permanen. ”Kami juga tidak tahu kenapa Pemkab belum melakukan proses pembangunan sekolah. Apalagi pihak pembangunan rel kereta api sudah memberikan ganti rugi,”katanya
“Anak-anak yang belajar di bawah kolom rumah kurang fokus dalam menerima proses pembelajaran, karena suasana ruang belajar yang kurang ideal. Pemilik rumah juga pasti merasa terganggu dengan keberadaan kami dibawah kolom rumahnya,” tambahnya. Kepala SD Botto Penno, Andi Tenri di Pekkae, Selasa (29/3) menyatakan prihatin kondisi tempat belajar anak didiknya. Tenri mengaku tidak tahu menahu, kenapa sampai sekarang belum dibangunkan sekolah baru.
Kepsek yang akan pensiun 2017 mengaku bakal tidak akan menyaksikan lagi bangunan baru dari sekolahnya yang telah dirobohkan oleh pembangunan rel kereta api. Saya juga sudah dengar bahwa sekolah kami yang dibongkar, katanya sudah diganti rugi sekitar Rp 1,5 Milyar.
Bahkan sudah ada pembelian lahan untuk membangun kembali sekolah. “Tetapi kenapa sampai sekarang anak didik kami ini masih belajar di bawah kolom rumah warga,” kata Andi Tenri.
Kabag Pertanahan Pemkab Barru, Fadly R Pawae mengaku sudah ada lahan untuk lokasi sekolah baru seluas 40 are. Harga lahan dibeli untuk pembangunan sekolah Rp 65 ribu per meter.
Sehingga nilai jual lahan yang kita beli dari warga disekitar eks bangunan SDI yang dibongkar berkisar Rp 300 juta lebih.
Kepala Dinas Pendidikan Barru DR Abustan AB yang dikonfirmasi Rabu menyatakan gedung baru SDI Botto Penno siap dibangun tahun ini. Proses pematangan lahan melalui lelang sudah dilakukan dan gambar desain sekolah itu juga telah selesai. Anggaran ganti rugi senilai Rp 1,5 milyar untuk SDI Botto Penno masih tersimpan dalam kas daerah. Bangunan baru dari sekolah yang akan dibangun ini, diupayakan tidak berhadapan dengan jalur rel agar tidak sampai terganggu dengan kebisingan dari Kereta api,” tandas Abustan (udi/C)



×


Murid SD Belajar Dibawah Kolom Rumah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar