SINJAI, BKM– Rumah singgah pasien untuk di Makassar adalah merupakan salah satu program unggulan pemerintah kabupaten Sinjai di bidang kesehatan dibawah nahkodah Bupati A. Seto Asapa (ASA) tahun 2022 ini mengalami penambahan.
Penambahan rumah singgah untuk pasien rujukan Makassar ini dalam rangka mengoptimalkan pelayanan ke masyarakat.
Terlebih, keberadaan Rumah Singgah pasien di Makassar sangat bermanfaat bagi warga Sinjai yang sedang menjalani perawatan tingkat lanjut di Kota Daeng.
Bupati ASA mengatakan, dengan penambahan fasilitas ini, keluarga pasien tidak lagi mengeluhkan permasalahan biaya karena Pemda sudah menyiapkan rumah singgah yang dekat dengan akses rumah sakit rujukan.
“Semoga dengan adanya program atau inovasi ini dapat membantu dan meringankan beban warga yang sedang melakukan pengobatan di Makassar,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sinjai H. Mahyuddin, menuturkan, hingga memasuki tahun keempat Pemerintahan Bupati ASA, program ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak termasuk beberapa Kabupaten lain yang datang langsung ke Sinjai untuk mempelajari inovasi tersebut.
Ditambah banyaknya warga Sinjai yang telah merasakan fasilitas kesehatan yang tidak dipungut biaya ini, mulai dari akomodasi antar jemput pasien oleh nakes, pendampingan hingga makan minum pasien beserta pendamping atau keluarga pasien.
“Karena banyaknya yang memanfaatkan rumah singgah pasien ini sehingga berdasarkan petunjuk dari Bapak Bupati Sinjai, kami kontrak satu rumah lagi,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sinjai H. Mahyuddin, Jumat (25/2/2022)
Mengenai lokasi atau alamat rumah singgah pasien yang baru ditambah satu unit ini kata Mahyuddin, masih satu lokasi dengan rumah singgah pasien sebelum di BTN Wesabbe, di jalan Perintis Kemerdekaan.
“Berdekatan kalau yang lama blok C nomor 53 dan 54, yang baru di Blok D nomor 23, dekat dengan rumah sakit rujukan seperti RS Wahidin,” sambungnya.
Mahyuddin membeberkan jumlah pasien yang memamanfaatkan rumah singgah sejak tiga tahun terakhir ini sebanyak 347 orang Pasien.
“Tahun 2018 ada 8 pasien, pada tahun 2019 ada 151 orang, tahun 2022 sebanyak 126 pasien dan di tahun 2021 sebanyak 62 pasien. Totalnya yang sudah rasakan program ini 347 warga Sinjai,” jelasnya.(din)

