GOWA, BKM — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gowa langsung melakukan validasi data Nomor Induk Kependudukan (NIK) saat berlangsung pelayanan vaksinasi Covid-19 di gedung D’Bollo, Jalan Tumanurung, Sungguminasa, saat berlangsung vaksinasi massal yang digelar Pemkab Gowa bersama Polres Gowa, Sabtu (26/2).
Dalam prosesi penginputan data peserta vaksinasi yang diikuti kalangan masyarakat umum dan pelajar ini, sedikitnya ada 30 NIK mengalami error saat diinput ke bank data tim vaksinator yang ada. Kesalahan NIK ini membuat tim penginput kesulitan menemukan identitas kependudukan warga peserta vaksinasi. Padahal, NIK ini sangat penting untuk didatabasekan ke dalam data pedulilindungi bagi yang sudah menjalani vaksinasi.
Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Gowa, Edy Sucipto, saat dikonfirmasi BKM di lokasi vaksinasi di gedung D’Bollo, mengatakan, ada sekitar 30 NIK yang terlaporkan bermasalah tidak bisa diinput oleh tim vaksinasi.
”Iya kami temukan sedikitnya 30 orang data NIKnya salah. Sehingga saat penginputan terjadi error system. Karena itu kami langsung melakukan validasi di tempat,” jelas Edi.
Ditanya apa penyebab errornya system penginputan tersebut, menurut Edi, karena kesalahan penulisan data pada NIK itu sendiri yang dilakukan warga peserta vaksin.
”Ada yang lupa nulis satu angka pada NIKnya ada juga yang NIKnya tidak terkonsolidasi ke pusat. Karenanya tim vaksinasi langsung melaporkan kepada kami dan kami langsung melakukan validasi di tempat. Setelah kami cek memang ada yang salah menulis angka, ada juga yang tidak terkonsolidasi ke pusat makanya langsung kami konsolidasikan ke pusat. Tapi semuanya sudah selesai dan sudah bisa diinput kembali oleh tim vaksinasi. Jadi munculnya error system ini bukan karena kesalahan penginputan data di Disdukcapil, tapi murni kesalahan warga sendiri,” jelas Edi. (sar)

