MAROS, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menanggapi sulitnya para petani mendapatkan pupuk bersubsidi. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Maros, Abdul Asis, mengatakan, penyediaan pupuk saat ini kuotanya terbatas.
”Hanya 50 persen kemampuan pemerintah. Makanya, masih ada 50 persen masyarakat yang belum terjangkau, dan terpaksa harus ditutupi pupuk non subsidi,” ungkapnya.
Diapun mengatakan, saat ini sudah banyak pupuk non subsidi yang diupayakan pemerintah daerah,seperti pupuk cair dan anorganik. ”Misal petani mempunyai lahan 1 hektare dan membutuhkan 10 sak. Paling pemerintah hanya mampu memberikan 6 sak pupuk subsidi. Sisanya pakai non subsidi,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam, juga mendapat informasi tentang tingginya harga pupuk subsidi. Makanya, alumni Ilmu Pemerintahan Unhas itu menegaskan akan memberikan sanksi kepada distributor dan pengecer pupuk yang terbukti ‘memainkan’ harga jual.
”Ada yang melaporkan bahwa harga eceran naik dari harga yang ditetapkan pemerintah. Makanya, hari ini kita adakan rapat koordinasi dengan para distributor, pengecer, dan petani,” kata Chaidir usai melakukan rapat koordinasi Pupuk Bersubsidi di Baruga A, Senin (7/3).
Chaidir mengatakan, harga per sak urea subsidi senilai Rp112.500. Namun ada distributor yang menaikkan sampai Rp140.00 per sak. Makanya, mantan ketua DPRD Kabupaten Maros itu akan memberi sanksi jika ada distributor yang kedapatan menaikkan harga.
”Bagi pengecer dan distributor yang menaikkan harga kami akan kami cabut izin usahanya,” bebernya.
Dia juga menilai jika alasan distributor menaikkan harga karena persoalan jarak dan uang transportasi tetap tak dibenarkan. ”Tapi kan harus dihitung juga. Bukan satu sak yang mau dibawa. Hitungannya juga tidak dengan harga terlalu tinggi,” katanya.
Selain itu, Chaidir mengatakan, pertanian merupakan penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Maros yang cukup tinggi. ”Dan sudah seharusnya petani mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Karena di setiap Musrenbang, pupuk juga merupakan kelurahan terbanyak dari masyarakat,” tutupnya. (ari/c)

