SOPPENG, BKM.COM-Dengan melonjaknya minyak goreng di pasaran, para pelaku mulai distributor, ritel modern, pasar tradisional, pedagang eceran, hingga konsumen, terutama pedagang kecil penjual makanan dihantui harga minyak goreng yang tinggi.
Mereka menjerit atas kenaikan harga minyak goreng, padahal diketahui Indonesia merupakan lumbung sawit, sehingga menjadi penghasil terbesar crude plam oil terbesar.
Semua masyarakat menjerit tak terkecuali masyarakat Soppeng khususnya di Desa Leworeng, Kecamatan Donri Donri atas langkanya minyak goreng. Kalaupun ada harganya pasti selangit.
Untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng khususnya di Desa Leworeng, Wakil Bupati Soppeng,Ir Lutfi Halide memberikan ide untuk membuat minyak goreng secara tradisional.
Dikatakan, ide tersebut muncul atas kerjasama dengan Pemerintah Desa Leworeng Kecamatan Donri-Donri karena dinilai di Desa Leworeng terdapat banyak kelapa.
” Bahan bakunya disini cukup tersedia, jadi kita ajak masyarakat untuk memproduksi minyak kelapa secara tradisional, Ucap Ir.Lutfi Halide, Jumat (11/03/2022)
Lutfi menjelaskan, selain bahan bakunya tersedia sumber daya cukup tersedia dikarenakan ada kelapa dan ada masyarakat yang mampu kerjakan dan tinggal memodernisasi alatnya sehingga Kedepan tertarik untuk membuat minyak kelapa.
” Saya sarankan ke pak desa agar membuat kelompok pembuat minyak goreng tradisional.Minyak goreng ini asli dan tidak ada campuran kimianya,” ungkap Mantan Kadis Pertanian Pemprov Sulsel ini.
Sementara, salah satu warga Desa Leworeng yang ditemui menuturkan cara pembuatan minyak goreng tradisional yaitu Kelapa parut yang diolah secara tradisional membutuhkan waktu hingga 5 jam baru bisa jadi minyak
” 6 buah kelapa menghasilkan 1 liter minyak goreng,”katanya (Sar)

