MAKASSAR, BKM–Pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang sejak awal dirancang untuk digelar pada April atau 7 Mei hingga kini kabarnya tidak jelas.
Akibatnya, sejumlah agenda politik terancam terbengkalai seperti konsolidasi di setiap kabupaten guna mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda) hingga persiapan menghadapi pemilihan bupati, wali kota dan pemilihan gubernur. Apalagi Pilbup Takalar tahapannya sudah akan berlangsung pada Juni mendatang.
Wakil Ketua Golkar Sulsel HM Roem mengatakan belum adanya panitia pelaksana Munaslub Golkar, akibat belum adanya Surat Keputusan (SK) rekonsiliasi yang dikeluarkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). ” Sampai saat ini belum ada langkah-langkah konkrit dari DPP untuk menyusun kepanitian serta jadwal Munaslub,”ujarnya mantan Bupati Sinjai dua periode ini di ruang kerjanya, Kamis (31/3).
Roem yang tak lain Ketua DPRD Sulsel ini menyebutkan jika sampai bulan April belum ada kejelasana jadwal pelaksanaan Munaslub Golkar, maka kerja-kerja pemenangan partai di Pilbup serentak tahun 2017 akan terganggu. “Konsekuensinya Golkar bisa-bisa tidak ada calon lagi kalau mundur-mundur terus,” keluhnya.
Hal sama disampaikan Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel HA Kadir Halid bahwa jadwal Munaslub belum diputuskan lantaran masih menunggu surat dari Kemenkumham. “Informasi yang saya dapat, DPP masih menunggu surat dari Kemenkumham dulu, barulah kemudian dibahas soal jadwal Munaslub,”ujar Kadir yang juga adik kandung ketua SC Munaslub HA Nurdin Halid ini.
Selain itu, para kandidat ketua umum DPP Golkar akan semakin letih dan kekurangan amunisi bila melakukan sosialisasi terus menerus tanpa kejelasan jadwal Munaslub.
Bahkan tim pemenangan SYL untuk Golkar 1, Farouk M Betta telah mengungkapkan bila hingga kini tim telah menghabiskan anggaran lebih setengah miliar untuk sosialisasi.
Dosen politik Unibos 45, Dr Arief Wicaksono mengemukakan bila kandidat bisa terserang lemah, letih loyo dan layu sebelum waktunya. “Dengan situasi seperti ini hanya caketum yang cerdas dan pintar memanage amunisinyalah yang survive dan terpilih. Contoh yang baik dipertunjukkan oleh Akom. Untuk menjaga soliditas timnya dia tidak mendeklarasikan diri, namun hanya menguncapkan ikrar saja,”jelasnya. (jun/rif)
Munaslub Belum Jelas, Agenda Politik Golkar Terbengkalai
Wicaksono : Bisa Keletihan dan Kekurangan Amunisi
×

