MAKALE, BKM — Ketua DPRD Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah, Mahmud Lahay didampingi Ketua Komisi II, Jafar Mohammad Amin dan anggota komisi II lainnya melakukan kunjungan kerja di DPRD Tana Toraja baru-baru ini.
Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi didampingi Wakil Ketua Yohanis Lintin Paembongan, dan Evivana Rombe Datu, dan anggota lainnya menerima rombongan di ruang rapat kerja pimpinansekaligus membahas potensi dan pengelolaan daerah tingkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Pada kesempatan itu Mahmud Lahay mengatakan Kunker komisi II untuk sharing pengembangan dan promosi pariwisata dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Sangat maju pengembangan pariwisata alam, adat dan budaya, serta pariwisata sejarah didaerah ini, sehingga program dan strategi maupun sumber pendanaan bangun pariwisata perlu diketahui.
”Apalagi kedua daerah baik Tojo Uno-Uno maupun Tana Toraja ditunjang bandara udara majukan pariwisata,” ujar Mahmud.
Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi mengatakan dalam dua tahun terakhir sektor pariwisata Tator mati suri gegara pandemi Covid-19. Bahkan sejumlah fasilitas penunjang rusak lantaran tidak terpelihara.
Diakui Welem, tahun 2021 pariwisata sudah mulai bangkit, meskipun target retribusi belum tercapai sesuai harapan. Obyek wisata religi Burake, salah satu obwis terkenal kurang lebih 3 Km dari Kota Makale tahun 2019 lalu sempat menyumbang retribusi PAD kurang lebih Rp 5 milyar.
Sementara pusat pengelolaan semua pendapatan daerah dipusatkan di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) termasuk pendapatan sektor pariwisata. Kontribusi pajak juga besar dari masyarakat lewat pesta adat rambusolo dan rambu tuka’, ditarget retribusi sekitar Rp 10 milyar.
Pengelolaan obyek pariwisata di Tator tidak sepenuhnya dari Pemkab tapi juga oleh Yayasan dan Tongkonan.
Untuk sumber anggaran pembangunan infrastruktur pariwisata di Tana Toraja, selain ABPD juga bantuan keuangan provinsi dan APBN. Tahun 2021 lalu bantuan pariwisata Provinsi Sulsel ke Tana Toraja kurang lebih Rp 20 milyar. (gus/C)

