MAKASSAR, BKM — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel kembali merilis perkembangan pariwisata dan transportasi, perkembangan nilai tukar petani periode Maret 2016, serta perkembangan indeks harga konsumen dan inflasi Sulsel periode Maret 2016. Inflasi Sulsel periode Maret 2016, tercatat 0,08 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 123,62.
”Inflasi ini berada jauh di bawah nasional. Secara nasional berada 0.019 persen. Inflasi terjadi karena adanya enam kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga, yakni pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,31 persen,” ujar Nursam Salam, Kepala BPS Sulsel, di kantornya dibilangan Jalan Haji Bau, Jumat (1/4).
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Maret 2016, di antaranya cabe rawit (0.1082), bawang merah (0.0331), emas perhiasan (0.0216), beras (0.0214), pasir (0.0147), bandeng (0.0130), teri (0.0117), kangkung (0.0110), bawang putih (0.0105), dan ikan goreng (0.0083).
Inflasi kota Makassar sendiri sebesar 0,17 persen. Hal ini menunjukkan adanya perubahan indeks dari 124,19 pada bulan Februari naik menjadi 124,40 pada Maret 2016. Lain halnya dengan nilai tukar petani. Pada maret 2016 sebesar 105,37 persen, terjadi penurunan sebesar 0,85 persen dibanding periode Januari 2016. Hal ini disebabkan indeks harga hasil produksi pertanian mengalami kenaikan lebih kecil dibandingkan kenaikan indeks harga barang dan jasa konsumsi rumah tangga maupun produksi pertanian. (ina/mir/c)
Inflasi Makassar 0,17 Persen
×

