BELOPA, BKM — Bupati Luwu Timur, H. Budiman menerima kunjungan Tim Verifikasi Lapangan (verlap) Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Sulawesi Selatan di Rumah Jabatan Bupati, Desa Puncak Indah Kecamatan Malili, Jumat (25/3) akhir pekan lalu.
Tim verlap yakni Lukman Samboteng (Dosen Politeknik STIA LAN Makassar), Ahmar Jalil, (Kompak Sulsel) serta didampingi Reinard Alsius, dari Biro Organisasi.
Kehadiran Tim verlap hari ini akan melakukan peninjauan langsung dilapangan terkait 3 inovasi dari Kabupaten Luwu Timur yang berhasil menembus Top 50 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tingkat Provinsi Sulsel Tahun 2022.
Ketiga Inovasi tersebut masing-masing ; “Pos Ajaib” (Popok Ku Sayang dan Ajaib) oleh inovator Irma, SKM, Sanitarian Puskesmas Mangkutana, “Jendela Kita” (Jemput Antar Dahak Dengan Langkah Kualitas Terjaga) oleh Inovator, Usman, S.Kep. NS, dari Puskesmas Angkona dan “Martabak Berdasi” (Mari Rangkul Penderita Diabetes dan Hipertensi) dengan inovator Nurnia, SKM dari Puskesmas Nuha.
Ahmar Jalil, M.Pd., (Program Kompak Sulsel) Kepada Bupati Luwu Timur mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Biro Organisasi menugaskan tim untuk melakukan verifikasi lapangan terhadap tiga inovasi dari Kabupaten Luwu Timur yang masuk Top 50 di Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Sulsel.
“Jadi hari ini kami akan mengunjungi 3 lokus inovasi untuk melihat secara langsung inovasi tersebut,” kata Ahmar Jalil.
Ahmar berharap bahwa inovasi-inovasi dari Kabupaten Luwu Timur terus masuk dalam kompetisi, bila memungkinkan, setelah ini pihaknya akan melakukan lagi pembinaan agar semakin banyak inovasi Luwu Timur yang mengikuti kompetisi.
“Lumayan juga pak Bupati kalau ada salah satu inovasi Kabupaten Luwu Timur berhasil masuk Top 45 tingkat nasional, karena akan mendapat reward dari Pemerintah Pusat untuk dana insentif daerah. Jadi kami berharap dibuatkan memang perencanaannya, supaya pada saat lomba persiapannya sudah matang” pesan Ahmar Jalil.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Luwu Timur, H. Budiman menyatakan bahwa, inovasi dari daerah itu bukan soal dampak materi yang akan didapatkan saat mengikuti lomba, tapi bagaimana dampak pelayanannya kepada dapat lebih baik.
“Kalau semua OPD punya inovasi, dampak pelayanannya itulah yang diperlukan dari inovasi tersebut, paling tidak kalau tidak dapat ki 10 M, bisa ki hemat 10 M,” tegas Bupati.
Namun terlepas dari itu, Bupati Budiman tetap berharap salah satu inovasi dari Luwu Timur bisa masuk Top 45 tingkat nasional. “Mari kita saling mendoakan, semoga inovasi yang akan dilakukan penilaian lapangan hari ini bisa lolos tahap selanjutnya,” harap Budiman. (rls)

