MAKASSAR, BKM — Warga Antang terus menyampaikan keluhannya terhadap jalanan yang rusak parah, di jalan Antang Raya.
“Kami pernah tanam pohon pisang ditengah jalan Antang. Siapa tau Pemprov Sulsel butuh daun pisang untuk pembungkus burasa pesan maki,” Awaludin Baso.
Hal senada dikatakan salah seorang warga Antang, A Rezky Pratama. Menurutnya, yang parah di depan masjid sebelum pasar Antang dan Jembatan Pannara.
Ia pun meminta kepada pemerintah provinsi Sulsel yang memiliki tanggungjawab penuh terhadap perbaikan jalan ruas provinsi agar lebih diperhatikan lagi wilayah pelosok seperti Antang ini.
“Yah saya meminta untuk pemerintah agar lebih memperhatikan jalanan di wilayah pesisiran seperti Antang, dan kalau bisa bentuk tim di wilayah kecamatan dan kelurahan agar bisa terkoordinir,” kata Rezky.
Mahasiswa psikologi UNM ini juga mengatakan, fasilitas umum rasanya tidak begitu diperhatikan, sedangkan anggaran lainnya seperti Rujab itu cukup besar.
“Jika kita melihat produksi kendaraan yang ada di Makassar khususnya, secara statistik itu meningkat, artinya otomatis dana yang diambil dari pajak itu juga besar,” jelasnya.
Namun, kata Rezky, sasarannya itu kurang tepat. Karena, semakin meningkatnya konsumen maka semakin meningkatnya anggaran yang digelontorkan untuk rakyat.
Lanjut, Rezky, juga kita ketahui, bahwa kota Makassar ini adalah kota besar di Sulsel, sejumlah masyarakat yang dari daerah itu melakukan transisi ke Makassar, orang dari Gowa, Maros dan daerah lainnya itu banyak menjadi pekerja di Makassar.
Menurutnya, jalan Antang harusnya segera diperbaiki dan bukan ditambal. Karena, jalanan di Antang sudah masuk dalam kategori rusak parah.
“Jadi pajak meningkat tapi sasarannya kurang tepat. Memang jalanan di Antang itu sudah lama rusak hingga sekarang, memang pernah ditambal kemarin, namun kalau untuk jalan Antang itu rasanya tidak cocok untuk ditambal karena ini masuk dalam kategori parah,” ucapnya.
Lebih jauh, Rezky menyampaikan, kami warga Antang juga pernah mengumpulkan dana dari swadaya masyarakat Antang untuk perbaikan jalan yang parah, agar bisa ditambal.
“Sempat juga masyarakat Antang kumpul-kumpul sumbangan dari masyarakat Antang sendiri, untuk bisa kerja sedikit perbaikan jalan di Antang, tapi sekarang kayaknya sudah capekmi karena butuh modal besar untuk itu,” tutupnya.
Sebelumnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan telah meminta Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman, mengalihkan anggaran untuk tunjangan wakil gubernur (wagub) menangani kerusakan Jalan Antang Raya Makassar.
Ketua Komisi A DPRD Sulsel Bidang Pemerintahan, Selle KS Dalle mengatakan, anggaran wakil gubernur (Wagub) bisa direlokasikan untuk perbaikan jalan di Antang yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat.
“Itu bisa menjadi solusi, untuk bisa direlokasi anggaran wagub ke Jalan Antang itu bisa jadi solusi, sebagai pengendali pemerintahan di Sulsel, itu ada jalannya. Dengan melakukan perubahan peraturan gubernur tentang penjabaran APBD 2022 itu bisa sekali. Itu adalah jalan pintas dan itu adalah respon cepat,” kata Selle KS Dalle.
“Jika pemerintah provinsi ingin merespon keluhan masyarakat yang banyak muncul di DPRD, baik disampaikan secara langsung maupun di media sosial, maka sesungguhnya itu adalah solusi yang elegan” sambungnya.
Anggaran wakil gubernur ( dipastikan tidak akan terpakai, mengingat kursi wagub di Sulsel kosong hingga akhir periode Andi Sudirman Sulaiman.
Menanggapi hal ini, Pengamat Pemerintahan Adnan Nasution mengatakan, anggaran wagub sudah pasti tidak akan digunakan. Ia juga mengatakan anggaran tersebut bisa dialihkan ke perbaikan jalan di Antang.
“Saya pikir itu bisa, daripada tidak dimanfaatkan dan itu sebenarnya efisien untuk bisa dilarikan ke anggaran untuk perbaikan jalan Antang,” kata Adnan, Selasa (29/3).
Adnan juga menyampaikan, kebutuhan fasilitas umum yang di Antang itu memang sangat mendesak, dan masyarakat di sana sering terganggu akibat tidak bagusnya jalan tersebut.(jun)

