MAKASSAR, BKM–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar terus menjalankan ikhtiar demokrasi sebagai penyelenggara guna melahirkan pemilih cerdas yang berdaulat.
KPU Kota Makassar terus menjalankan pendidikan pemilih melalui program Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan (KP3). Kegiatan KP3 sudah memasuki angkatan ke 12 yang kali ini dilaksanakan di Hotel Karebosi Premier yang difasilitasi oleh Kesbangpol dan dihadiri oleh kader KP3 dan tokoh masyarakat Kecamatan Bontoala Makassar, Kamis (19/5).
Sebagaimana sebelumnya, kali ini KP3 tetap menghadirkan tiga Komisioner KPU Kota Makassar sebagai pemateri antara lain Romy Harminto dari Kordiv Perencanaan, Data, dan Informasi, Abd Rahman dari Kordiv Divisi Hukum dan Pengawasan serta Gunawan Mashar yang tak lain kordiv Teknis penyelenggaraan Pemilu.
Romy membawakan materi terkait politisasi Sara dan ancaman keberagaman dengan memaparkan bahwa kemajemukan adalah anugrah tuhan yang wajib kita jaga, “Bukan malah membuat kita terpecah belah. Perbedaan ini juga rawan digiring ke rana politisasi sara,”ujar Romy. Romy juga menekankan bahwa tokoh masyarakat menjadi corong untuk meredam konflik.
Gunawan Mahsar membawakan materi ke dua yakni komunikasi publik dalam sosialisasi pemilu. Gunawan menjelaskan bahwa pentingnya kehidupan komunikasi publik yang baik, sebab akan mempengaruhi wawasan masyarakat. “Penyampaian harus tepat dan efektif utamanya dari penyelenggara agar informasi terkait pemilu dapat diakses dengan baik ke publik,”ucap Gunawan.
Materi terakhir dibawakan oleh Abdul Rahman terkait bahaya politik uang pada pemilu dan pemilihan. Dalam kesempatan ini Add Rahman memaparkan bahwa politik uang adalah hal yang paling berbahaya dalam pemilu, maka harus di cegah dan di hindari. “Karena politik uang bisa menyebabkan kolusi, korupsi, dan nepotisme sehingga akan merusak kehidupan berbangsa dan bernegara,”pungkas Rahman. (rif)

