MALILI, BKM — Para Kepala Sekolah dan operator sekolah baik SD, SMP, maupun SMA/SMK, mulai hari, Kamis (14/7) mengikuti secara Luring dan Daring sosialisasi pemanfaatan akun Belajar.id yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Lutim.
Sosialisasi yang digelar selama tiga hari (14-16 Juli 2022 dibuka secara resmi Bupati Luwu Timur diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Masdin.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Masdin mengatakan beberapa esensi dari SE Kemendikbudristek Nomor 23 Tahun 2021 tentang pemanfaatan akun akses layananan pembelajaran bagi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan.
Kegunaan bagi peserta didik, pendidik, tgenaga kependidikan, dan pemerintah daerah. Akun pembelajaran digunakan oleh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan sebagai akun untuk mengakses layanan pembelajaran berbasis elektronik. Layanan pembelajaran berbasis elektronik yang dapat diakses menggunakan akun pembelajaran ialah
Surat elektronik, penyimpanan dan pembagian dokumen secara elektronik, pengelolaan administrasi pembelajaran secara elektronik, penjadwalan proses pembelajaran secara elektronik, pelaksanaan proses pembelaiaran secara daring, baik secara sinkronus (dilakukan pada waktu yang bersamaan) maupun asinkronus (fleksibel dan tidak harus dalam waktu yang bersamaan).
Sementara kegunaan khusus bagi pemerintah daerah ialah pemerintah daerah dapat melakukan analisa data agregat aktivitas akun permbelajaran di wilayah kerjanya sesuai menu yang dibuat oleh Pusdatin, Kepala Satuan Pendidikan dapat melakukan analisa data agregat aktivitas akun pembelajaran di satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai menu yang dibuat oleh Pusdatin.
Ditambahkan Masdin, adapun data tingkat aktivasi akun pembelajaran saat ini untuk Provinsi Sulsel baru mencapai 44,99 persen dan Kabupaten Luwu Timur 41,59 persen.
“Jika dirincikan, PAUD,13,07 persen, SD 51,72 persen, SMP 43,13 persen, kesetaraan 12,87 persen, untuk itu saya berharap setelah selesai sosialisasi pemanfaatan akun ini dapat meningkatkan persentase aktivasi akun pembelajaran di Luwu Timur menuju Implementasi Kurikulum Merdeka yang sebagian mulai dilaksanakan pada jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan menengah pada tahun ajaran baru 2022/2023 sesuai kesiapan sekolah,” imbuh Masdin.
“Pendidikan memang tanggung jawab negara secara kontitusional. Tetapi secara moral adalah tanggung jawab kita semua. Jadi seluruh komponen bangsa harus terlibat untuk memajukan pendidikan dan negara menjadi fasilitator. Alhamdulillah Pemerintah Daerah Luwu Timur dalam penganggaran senantiasa memenuhi Mandatory Spending Anggaran 20 Persen di Bidang Pendidikan,” tutup Masdin. (rls)

