pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Bupati Launching Inovasi Sahabat Stunting

SIDRAP, BKM — Bupati Sidrap, H Dollah Mando melakukan launching proyek perubahan Inovasi Sabahat Stunting di Ballroom, Hotel Grand Sidny, Pangkajene, Kecamatan Maritenggae, Sidrap, Senin, (29/8).

Inovasi sahabat stunting yang digagas oleh Pj Sekkab Sidrap, Ns H Basra turut dihadiri Ketua DPRD Sidrap, H Ruslan, Kapolres Sidrap, AKBP Erwin Syah.
Pj Sekkab Sidrap, H Basra sekaligus sebagai reformer dalam proyek perubahan sahabat stunting mengatakan, sahabat stunting adalah replikasi dari program pusat BKKBN yaitu Tim Pendamping Keluarga (TPK), Pepres No 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.
Kejadian stunting pada anak merupakan suatu proses komulatif, yang terjadi sejak kehamilan hingga berusia 2 tahun atau 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

H Basra yang juga merupakan Kadis Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Sidrap menyampaikan bahwa faktor penyebab langsung dari kejadian stunting adalah asupan gizi dan adanya penyakit infeksi.
“Sedangkan penyebab tidak langsung adalah pola asuh, pelayanan kesehatan, ketersediaan pangan, faktor budaya, ekonomi,” ucapnya.
Hal tersebut mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
Hasil SSGI (Survei Status Gizi Indonesia ) Tahun 2021, Indonesia memliki data 24,4 persen balita stunting, Provinsi Sulsel 27,4 persen balita stunting, sedangkan Kabupaten Sidrap berada diposisi 25,4 persen Balita Stunting.

Hasil e-PPGBM (Elektronik Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) Tahun 2021: 7,12% (1.944) balita stunting dari jumlah balita yang diukur 27. 295 balita. Dalam rangka percepatan penurunan stunting maka tahun 2024 prevalensi stunting di Sidrap diharapkan turun menjadi 14% kasus balita stunting dari jumlah Balita.
Informasi awal data balita stunting di 10 Desa/Kelurahan Lokus adalah 368 balita dari seluruh jumlah balita yang ada di 10 Desa/Kelurahan Lokus yaitu 3.762 balita.

Untuk mewujudkan percepatan penurunan stunting di Sidrap, kata H Basra, maka dibutuhkan sebuah ide, gagasan atau inovasi sahabat stunting yang menjadi ujung tombak dan actor penting dalam percepatan penurunan kasus balita stunting di Sidrap sebagai manifestasi tanggung jawab negara dalam mencetak generasi sehat, cerdas dan berkualitas.
Sahabat Stunting adalah reflikasi dari program pusat BKKBN yaitu Tim Pendamping Keluarga (TPK), di mana satu tim terdiri dari 1 PKK, 1 Kader KB, dan 1 Bidan, sasarannya adalah keluarga, Tehnis pendampingan sasaran terkadang tertutup menyampaikan masalahnya ke TPK.

Yang berbeda adalah Sahabat Stunting satu tim terdiri dari 2 tenaga kesehatan, 5 Kader, dan 2 tokoh masyarakat. Sasaran pendampingannya adalah ibu hamil, ibu nifas, balita, dan remaja puteri, tehnis pendampingan sasaran lebih terbuka menyampaikan masalahnya kepada Sahabat Stunting.
Bupati Sidrap, H Dollah Mando yang juga sebagai mentor proyek perubahan ini berharap melalui program inovasi sahabat stunting bisa menurunkan kasus stunting di Kabupaten Sidrap. (ady/C)




×


Bupati Launching Inovasi Sahabat Stunting

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link