MALILI, BKM — Bupati Luwu Timur, H Budiman membuka sekaligus pelantikan Tarpim dan Rakerpim Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Luwu Timur 2022-2023 di Ballroom Hotel I Lagaligo Malili, Sabtu (3/9).
Kegiatan yang bertemakan “IMM Berkarakter dan Inklusif untuk Luwu Timur Inspiring” juga akan dirangkaikan dengan Dialog dengan Tema “Perangai Demokrasi, Bermartabat, dan Berkeadaban (Menyongsong Pemilu 2024)”.
Budiman dalam sambutannya menggambarkan keadaan geografis Kabupaten Luwu Timur. Memaparkan program prioritas Pemkab Lutim seperti beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu, 1 miliar 1 desa, dan lain-lain.
Bupati menambahkan Luwu Timur memiliki IPM paling tinggi diantara kabupaten lain di Sulawesi selatan. “Kita tidak bisa membandingkan dengan Kota, namun kalau kabupaten kita paling tinggi di Sulsel. Artinya apa? Karena ada pendidikan yang baik, ada layanan masyarakat yang baik, ada program kesehatan yang baik,” ujarnya.
Dia mengaku sangat bahagia sekali bisa hadir meyaksikan pelantikan pengurus IMM ini, dan mengajak para pengurus IMM Lutim untuk berkolaborasi dalam membangun daerah yang sangat kita cintai ini.
“Saya ucapkan selamat kepada PC IMM Lutim yang telah dilantik, semoga dapat menjadi pelopor kebangkitan dan mendorong upaya-upaya pemerintah dalam mewujudkan daerah ini menjadi daerah yang sejahtera dan mandiri menuju Luwu Timur Berkelanjutan dan Lebih Maju berlandas Nilai Agama dan Budaya,” tandas Bupati.
Ketua DPD IMM Sulsel, Abdul Gafur mengungkapkan kehadiran pengurus IMM di Luwu Timur telah melengkapi 24 pimpinan cabang IMM di Sulsel.
Menurutnya, kehadiran IMM untuk menjaga keseimbangan komponen berbangsa. “Tentu pendekatan yang kita bangun hari ini adalah membangun kolaborasi. Maka posisi Pemda, Legislatif, Eksekutif, bagaimana menjadi mitra strategis kita dalam memajukan daerah,” tutur Gafur.
Dia mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Lutim, Ketua DPRD, dan yang lain. Serta berharap support kepada IMM tetap selalu diberikan sehingga gerakan ini dapat terus membangun kolaborasi lintas sektor. (rls)

