pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jurusan yang Diampu Langka, Hadirkan Dua Pabrik dalam Sekolah

Tentang SMK-SMTI Makassar Binaan Kementerian Perindustrian

MAKASSAR, BKM.COM–Menawarkan sesuatu yang berbeda dan tidak dimiliki kompetitor menjadi salah satu cara untuk memenangkan persaingan. Hal itu disadari oleh pengelola Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)-Sekolah Menegah Teknik Industri (SMT) Makassar. Sekolah ini memiliki ciri pembeda dari jurusan yang diampunya tak dipunyai kompetitor, baik di Sulawesi Selatan maupun Indonesia timur.

KEPALA SMK-SMTI Makassar Basri Nur menjelaskan, sekolah yang dipimpinnya saat ini berada di bawah naungan Kementerian Perindustrian dan diawasi oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI). Kehadirannya guna mendukung industri yang ada di kawasan timur.
”Karena itu, sekolah kami sangat spesifik bidangnya. Jurusan yang diampu sangat langka. Hampir tidak menemukan kompetitor di Sulsel, bahkan kawasan timur Indonesia. Dengan hadirnya jurusan di sekolah ini, diharapkan akan memberikan dampak positif bagi dunia industri,” terang Basri Nur yang diwawancarai untuk kanal Youtube Konvergensi News Berita Kota Makassar.
Kelebihan lain, lanjut dia, hadirnya industri atau pabrik di dalam lingkungan sekolah. Saat ini ada dua, yakni pabrik kakao dan rumput laut. Lagi-lagi hal seperti itu tidak dimiliki kompetitor, sehingga menjadi daya tarik untuk bersekolah di SMK-SMTI Makassar.
Selain itu, mereka yang lulusan sekolah ini tidak dilepas begitu saja. Tetap ada pengawasan yang dilakukan oleh pihak sekolah. Karenanya, telah dijalin kemitraan dengan dunia usaha dan industri. Tidak heran jika dalam proses pembelajaran, pihak sekolah juga melibatkan kalangan industri.
”Biasanya setelah lulus, selama enam bulan kita senantias intensi berkomunikasi dengan industri. Bukan hanya di Sulsel, tapi juga di luar. Kita sudah menandatangani MoU dengan industri yang menyatakan kesediaannya untuk menerima lulusan tahun mendatang. Karena alumni kita memang siap bekerja. Mereka kita bekali. Salah satunya, ketika mau tamat mereka wajib mengantongi sertifikat kompetensi,” jelas Basri Nur lagi.
Tenaga Ahli Vokasi BPSDMI Kementerian Perindustrian Mujiyono mengucapkan selamat kepada SMTI Makassar, dan memberikan apresiasi atas keberhasilannya mewisuda 204 orang lulusannya. Apalagi, dari jumlah tersebut ternyata sudah ada 98 orang yang telah bekerja. 80 orang melanjutkan kuliah. Tersisa 16 orang dalam proses rekruitment oleh industri.
”Ini suatu hasil yang sangat membanggakan bagi Kementerian Perindustrian. Yang menjadi kebanggaan lagi di SMTI Makassar sudah menerapkan pendidikan berbasis kompetensi dan bertaraf internasional. Dari 204 lulusan yang diwisuda, 192 orang sudah mendapatkan sertifikat kompetensi. Bahkan 49 orang yang dapat sertifikasi internasional dari Belanda. Sari semua yang lulus tahun ini, 90 persen di antaranya sudah terserap di industri,” ungkap Mujiyono.
Menurutnya, jika lulusan mempunyai sertifikat kompetensi dia akan mudah mendapatkan pekerjaan. Apalagi yang mendapatkan sertifikasi internasional.
Walau begitu, Mujiyono tak menampik bahwa saat ini masih ada masyarakat yang menomorduakan SMK sebagai penddiikan vokasi. Namun, SMK yang berada di bawah naungan Kementerian Perindustrian beda dengan yang lainnya. SMK yang lain belum berbasis kompetensi, apalagi bertaraf internasional. Sehingga lulusannya agak susah mencari pekerjaan.
”Kita harus selalu berusaha meyakinkan masyarakat bahwa sekolah vokasi tidak seperti yang mereka bayangkan. Karena itu, ke depan kita akan merevitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi. Apalagi sudah ada Perpres nomor 68 tahun 2022. Salah satu anggota perumusnya adalah saya. Kita merevitalisasi SMK, Politeknik, dan akademi. Pelatihan yang ada di negeri ini agar bisa menghasilkan SDM yang kompeten, siap bekerja, bisa menjadi wirausaha,” tandasnya.
Kepada alumni sekolah ini, Mujiyono berharap bisa menjaga nama baik almamater. Bisa bekerja secara profesional di perusahaan industri serta kompeten. Dengan begitu, industrinya akan berkembang dan maju.
”Kenapa Kementerian Perindustrian punya sekolah? Tujuan utamanya untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten sehingga industri bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,” kata Mujiyono.
Staf Ahli Gubernur Andi Mappatoba yang hadir dalam wisuda SMK-SMTI, memberi apresiasi dan salut atas pelaksanaan wisuda ini. Menurutnya, ada begitu banyak SMK di Sulsel. Pemprov Sulsel melalui OPD terkait, seperti Disdik, Dinas Perdagangan, dan Dinas Perindustrian mendukung kehadiran sekolah vokasi. Bahkan telah dibuat perjanjian kerja sama dalam bentuk kemitraan dengan beberapa perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi di luar negeri, seperti di Australia, Jepang, Jerman.
”Keberadaan SMK yang menyelenggarakan pendidikan vokasi bisa menjadi pemicu bahwa di luar sana ketika lulusan SMK mencari pekerjaan, tentunya komponen industri maupun perusahaan daya serapnya lebih tinggi. Karena lulusan SMK sudah punya keterampilan sendiri. Begitu juga kapabilitasnya,” kata Andi Mappatoba. (*/rus)




×


Jurusan yang Diampu Langka, Hadirkan Dua Pabrik dalam Sekolah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link