BULUKUMBA, BKM — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar (STIEM Bongaya) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kabupaten Bulukumba.
PKM STIEM Bongaya Makassar berupa bimbingan teknis kepada para pelaku UMKM dengan topik Strategi Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas UMKM melalui Analisis SWOT. STIEM juga melakukan penandatanganan MoU dengan Pemkab dalam rangka memperkuat SDM dan pemberdayaan potensi Bulukumba, baik melalui pendidikan, pelatihan maupun pendampingan.
Panitia pelaksana, Hardiani Ali Yusuf,menyampaikan kegiatan PKM oleh dosen manajemen dan akuntansi memilih Bulukumba karena Bulukumba adalah salah satu ikon tujuan wisata di Sulsel. Sebagai daerah wisata, lanjutnya, maka diharapkan UMKM juga bertumbuh seiring dengan pengembangan sektor wisata.
“Apalagi kalau UMKM kita menghasilkan produk-produk khas lokal Bulukumba,” ungkapnya.
Selama di Bulukumba, pihaknya berinteraksi langsung dengan UMKM di lapangan, memberikan penguatan manajemen usaha sebagaimana yang menjadi keahlian akademik dari pihak kampus STIEM Bongaya Makassar. Salah satu paling mendasar dalam hal manajemen usaha adalah bagaimana memisahkan antara dompet usaha dengan dompet dapur.
Diharapkan dengan berkembangnya UMKM di Bulukumba, juga semakin banyak tenaga kerja yang terserap.
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyampaikan semakin banyak pelatihan atau bimbingan teknis yang dilaksanakan, maka diharapkan kualitas UMKM Bulukumba semakin baik, serta menjadi wadah sharing pengetahuan dan pengalaman antara sesama pelaku UMKM.
Bupati optimis UMKM Bulukumba akan bangkit sepanjang pelaku UMKN terus melakukan inovasi. Menurutnya UMKM kita masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan UMKM di Negara Asia lainnya seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan Cina. Bahkan Cina yang kekuatan ekonominya paling kuat bertumbuh dari UMKM.
“Di sana (Cina), sparepart motor maupun mobil merupakan hasil produksi industri rumah tangga. Mereka bekerja dalam diam, tidak banyak bicara tapi produktif,” beber Andi Utta.
Andi Utta memotivasi para pelaku UMKM, ia berharap pelaku UMKM tidak bermental selalu menunggu bantuan, namun Andi Utta menginginkan pelaku MKM memiliki motivasi kerja yang tinggi, tidak cepat puas dan lebih mandiri.
Perkembangan UMKM Bulukumba, katanya sudah mulai nampak dengan adanya produk-produk yang sudah dikenal, baik itu souvenir maupun produk makanan dan minuman.
“Jika UMKM bergerak, artinya ekonomi bergerak. Jika ekonomi terpuruk artinya sektor lain juga akan terpuruk,”
Dia mengajak para pelaku usaha untuk jangan pernah berhenti berkarya dan berinovasi, karena di tangan para pelaku usahalah, Kabupaten Bulukumba ini akan maju dan sejahtera. (min/C)

