DEMI membantu biaya kebutuhan keluarga, dua bocah bersaudara Reva berusia 13 tahun bersama adiknya Firman berusia 10 tahun harus rela berkeliling setiap hari menyusuri jalan, lorong di dalam kota Makassar untuk berjualan kue.
EDITOR: WARTA SHALLY HIDAYAT
Di saat anak sesuainya merasakan bermain dan belajar, Reva dan Firman justru harus berpeluh untuk bertahan hidup. Ia rela menyusuri jalanan untuk menawarkan kue dagangannya.
Setiap hari Reva dan adiknya berjualan kue dengan menyusuri jalan mulai pukul 08.00 pagi. Kue jenis jalangkote atau kue khas warga kota Makassar ini ditaruh dalam wadah, kemudian dijinjin bergantian.
Saat ditemui penulis di depan Informa samping KFC Jalan AP Petta Rani, kedua kakak beradik itu berteduh di tembok bangunan yang tidak terkena sinar matahari. Keduanya tampak terlihat lesu karena jualannya masih tersisa banyak.
Reva kepada penulis mengaku tidak bisa lagi melanjutkan sekolah di bangku kelas VI SD serta adiknya Firman. Setiap hari mereka
berjualan di tempat tersebut dan sesekali berkeliling di kantor DPRD Makassar.
“Saya tidak sekolah mi Kak karena terkendala biaya. Sebelumnya saya sekolah di SD Cilallang bersama Firman. Seandainya masih sekolah saya sudah bisa tamat tahun depan dan masuk SMP. Saya berjualan seperti ini untuk bisa membeli kebutuhan saya sehingga dapat mengurangi beban orang tua,” kata Reva sambil mengusap air matanya.
Ibunya bernama Sida adalah seorang ibu rumah tangga, dan bapaknya bernama Zainuddin bekerja sebagai kuli bangunan. Reva mempunyai tiga orang saudara laki-laki.
Sebelumnya kakaknya bekerja sebagai tukang tenda dan kuli
bangunan. Namun saat ini ketiga kakaknya tersebut tidak lagi bekerja
dikarenakan sesuatu hal. Kini hanya bapak Reva yang bekerja membanting
tulang demi menunjang perekonomian keluarganya. Itulah sebabnya Reva kini putus sekolah, demi memenuhi kebutuhannya.
Setiap harinya Reva dan Firman membawa 20 biji jalangkote. Dari 20 biji itu ia hanya mendapat upah sebanyak Rp4 ribu saja. Harga jalangkotenya 1000/biji. Jalangkote yang ia jual itu milik ibu Salma yang merupakan tante mereka.
Terkadang mereka pulang jam 09.00 malam itupun jualanya kadang masih ada yang tersisa. Reva juga mengatakan ia sering di kasih makanan oleh orang-orang yang memiliki rasa empati kepadanya. Mereka tinggal di Jalan Faisal 17.(pkl1-pkl2)

