MAROS, BKM — Rencana pembangunan atap halaman SD Inpres 103 Hasanuddin dengan sumber dana dari orangtua murid, resmi dihentikan. Pemberhentian ini dilakukan pada hasil rapat pengurus komite sekolah dengan perwakilan seluruh kelas dari semua tingkatan.
Ketua Komite SD Inpres Hasanuddin, Askari, mengatakan, untuk memberikan kenyamanan para peserta didik melakukan aktivitas dan kegiatan ekstra kurikuler seperti salat dhuha, salat dhuhur dan ashar secara berjamaah di halaman sekolah.
Komite sekolah mengusulkan kepada pihak sekolah agar halaman sekolah dibangunkan atap. Hanya saja, persoalan dana bantuan khusus untuk pembangunan sarana atap halaman sekolah belum ada dari Pemkab Maros.
”Maka kami pengurus komite mengusulkan pada rapat komite sebagai program komite dengan sumber dana dari orangtua murid. Kami sudah rapat terkait pembangunan atap halaman sekolah dengan orang tua dari semua tingkatan secara bergilir,” ujar Askari.
Hanya saja, kata dia, jika ada rapat seperti ini tentu ada pro dan kontra dengan berbagai pertimbangan. Awalnya diusulkan dana yang dibutuhkan untuk setiap orangtua Rp250 ribu per kepala keluarga. Pembayaranya bisa dicicil sesuai kemampuan orangtua hingga lunas.
”Pembayaran yang disepakati pada rapat dengan cara dicicil sampai lunas,” kata Askari.
Namun setelah berjalan kurang lebih sebulan, dana yang terkumpul belum sampai angka yang maksimal. Sementara harga bahan terus merangkak naik. Otomatis biaya pembanguan tidak akan mencukupi.
”Pengurus komite kembali rapat untuk membicarakan keadaan dana yang sudah terkupul di bendahara komite,” kata Askari.
Dana yang terkumpul sangat nihil dan tidak akan mungkin akan meminta lagi jika masih membutuhkan dana untuk menyelesaikannya. ”Maka kami pengurus kembali mengundang seluruh perwakilan orangtua untuk membicarakan progres dana yang masuk. Karena sudah tidak ada solusi lain, maka rencana bangunan atap dihentikan dan semua uang yang sudah masuk dikembalikan secara utuh kepada seluruh orangtua yang sudah telanjur membayar.
”Semua dana yang sudah diterima bendahara komite sudah dikenbalikan secara utuh kepada orangtua yang sudah telanjur membayar,” ujar Askari.
Sementara itu, Kepala SD Inpres 103 Hasanuddin, Hj Nurwahida, ketika dihubungi membenarkan hal tersebut. Program komite untuk membangunkan atap halaman sekolah agar anak-anak bisa lebih nyaman melakukan kegiatan ekstra kurikuler. Kegiatan salat dhuha dan salat dhuhur secara berjamaah dilakukan di halaman sekolah.
Melihat kondisi itu, sehingga komite punya program agar anak-anak bisa lebih nyaman. Namun program ini dihentikan karena harga terus naik dan dana partisipasi orangtua belum tuntas. Sehingga komite bersama orangtua dari semua perwakilan menghentikan program tersebut.
”Program ini dihentikan komite. Semua dana yang dikumpul bendahara komite dikembalikan ke orangtua yang sudah telanjur membayar,” kata Nurwahida. (ari/c)

