JENEPONTO, BKM — Kabupaten Jeneponto masih terpuruk pada posisi jumlah warga miskin terbanyak di Provinsi Sulsel. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Jeneponto tahun 2014 menempati posisi 23 dari 24 kabupaten/kota se Sulsel.
Hal itu mengamukan dalam rapat rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemisinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Jeneponto tahun 2016 yang dipimpin oleh Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar dan dihadiri, Wakil Bupati, Mulyadi Mustamu, Kepala Bappeda Jeneponto, Nuralam Basir, Kepala BPS Jeneponto, Mukrabin, Pincam BRI Jeneponto, Adiatmo Nur Ady, serta para pimpinan SKPD di ruang rapat Bupati Jeneponto, Rabu ( 18/5).
Dalam rapat itu, Kepala Bappaeda Jeneponto, Nuralam Basir menmaparkan, pada taun 2014, tingkat kemiskinan di Kabupaten Jeneponto mencapai 15,31 persen. Meski masih terlihat banyak, Nuralam mengaku ada penurunan jika dibandingkan tahun 2013, yang mencapai 16,52 persen.
“Kalau dilihat memang kita masih ada di posisi kedua dari terkahir. Tapi dari data 2014, jumlah warga miskin di Jeneponto sudah menurun jika dibanding dengan tahun 2013. Bahkan sejak tahun 2009, statistik jumlah miskin di Jeneponto terus menurun hingga rata-rata 0,88 persen per tahun,” jelas Nuralam Basir dihadapan peserta rapat.
Lanjutnya, bahwa penurunan jumlah warga miskin di Kabupaten Jeneponto terbilang paling baik Sulsel, karena telah melebihi capaian nasional, yakni 0,48 persen.
Sementara itu, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar mengatakan, program penanggulangan kemiskinan merupakan substansi tujuan dari desentralisasi pemerintahan daerah, yaitu untuk mempercepat terujudnya kesejahteraan rakyat, sekaligus sebagai amanah serta merupakan salah satu prioritas pembangunan Nasional.
“Program ini harus berjalan cepat, karena ini menjadi substansi desentralisasi pemerinhaan yang berpusat di daerah. Kita ingi ada lapangan kerja baru yang mampu mengurangi pengangguran di Jeneponto,” tegas Iksan. (krk-ril)
Soal Tingkat Kemiskinan, Jeneponto Masih Terpuruk
×

